Sawah Berpasir, Petani Kebonagung Gagal Tanam Padi

23

PACITAN – Dampak banjir bandang awal Maret lalu masih belum benar-benar hilang. Tertutama bagi para petani di Dusun Bulu, Desa/Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Material pasir yang terbawa banjir membuat sawah rusak. Akibatnya, musim tanam ini mereka harus gigit jari lantaran sawahnya tak bisa ditanami padi. ‘’Terpaksa menenam tanaman lain,’’ kata Suratmi, salah seorang petani setempat, Minggu (14/4).

Menuut Sutarmi, pasir kasar yang menimbun lahan sawahnya berasal dari luapan Sungai Kebonagung. Ketebalannya lebih dari 20 sentimeter dan menutup hampir separo lahannya. Para petani setempat sempat mengeruk pasir dengan peralatan seadanya. Namun sia-sia. ‘’Dua kali kebanjiran pasir. Dulu sudah pernah. Terus dipasang talud kecil, tapi hasilnya sama saja,’’ ungkapnya.

Kondisi lahan membuat Sutarmi dan petani lain bingung. Sempat ditanami padi namun bibit yang disemai mati. Pasalnya, air mudah meresap di lapisan pasir. Sehingga, dia memutuskan menanam kacang tanah ketimbang lahannya menganggur. ‘’Ada sekitar 10 petani yang lahannya tertutup pasir, semua gak bisa ditanami padi,’’ ujarnya.

Selain kacang tanah, petani lain menanam jagung, cabai dan sayur mayur di lahan mereka. Total lebih dari 500 meter persegi lahan yang tak bisa ditanami padi. Bahkan, Sutarmi berencana menanam pohon sengon di lahannya. Namun diurungkan lantaran khawatir merusak kontur tanah. ‘’Kami butuh bantuan alat keruk agar pasirnya bisa diambil dan bisa ditanami padi lagi,’’ harapnya sembari menyebut padi lebih menguntungkan ketimbang tanaman lain.

Paijan, petani lainnya, lebih beruntung. Meski sawah tak jauh dari lahan Sutarmi, namun pasir yang menutup lahannya sedikit. Setelah dibajak, dia menamami padi di lahan 25 meter persegi miliknya. Namun, dia khawatir hasilnya tak sebagus saat lahan normal. ‘’Dulu tiga kotak bisa bawa gabah 12 karung, Kali ini mungkin gak sampai setengahnya,’’ tambahnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here