Saturday Ride Fever V Lahap Rute Paket Komplet

108

PACITAN – Melewati gapura selamat datang Pacitan di wilayah Mentoro, Pacitan, Minggu (5/8) membuat puluhan cyclist langsung tersenyum bahagia. Betapa tidak, mereka usai melewati lebih dari seratus kilometer penuh siksaan, dari Kota Madiun hingga sampai Bumi 1001 Gua. Mulai cyclist senior hingga pemula, sepakat menyebut rute Madiun-Pacitan luar biasa. Komplet! ’’Sangat ciamik (rute Madiun-Pacitan), ada jalan datar, tanjakan, turun, dan rolling,’’ kata cyclist Wdnsdy Bike Yan Adi Christanto.

Yan merupakan satu dari 100 lebih cyclist yang mengikuti gelaran Saturday Ride Fever (SRF) kelima kemarin. Event bersepeda rutin gabungan berbagai komunitas itu kemarin sengaja memilih rute gowes ke Pacitan.

Start dari halaman kantor Jawa Pos Radar Madiun sekitar pukul 06.00, seratus lebih pesepeda dari berbagai komunitas itu harus menempuh jarak 110,8 kilometer untuk sampai ke Rumah Makan Bu Gandos di kawasan Pelabuhan Tamperan, sekitar pukul 10.30. Waktu tempuh berkisar 4 jam 30 menit dengan kecepatan rata-rata 23,8 kilometer per jam. ’’Ini pertama kali saya (gowes) ke Pacitan. Rutenya sangat laik untuk event bersepeda,’’ terang Yan.

’’Penyelenggaraan juga rapi, support lengkap untuk cyclist, rutenya pun oke. Kalau dibikin event semisal Madiun-Pacitan 100K, ciamik itu,’’ imbuh cyclist yang juga anggota komunitas Azrul Ananda School of Suffering (AASOS) itu.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono juga kesengsem rute Madiun-Pacitan. Ditanya kesannya melahap rute Madiun-Pacitan, Affan hanya geleng kepala lalu menyebut rute tersebut luar biasa. Maklum, banyak tantangan yang harus dilalui. Cyclist harus melahap rute datar mulai Madiun hingga wilayah Slahung, Ponorogo. Dari Slahung, tantangan semakin berat. Tanjakan berkelok menyambut cyclist hingga sampai Pacitan. Elevasi sepanjang rute mencapai 1.716 mdpl.

’’Kekompakan cyclist membuat lebih mudah. Luar biasa,’’ ujarnya. ‘’Kami akan ajak (anggota yang lain) untuk bisa bergabung. Harapannya, komunitas bersepeda ini bisa semakin masif dan membudayakan bersepeda menjadi sarana transportasi di Kota Madiun,’’ imbuh Affan.

Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang menyebut, walaupun rute SRF kelima kemarin merupakan yang paling jauh, namun pengalaman yang didapat sangat mengasyikkan. Sebab, rute Madiun-Pacitan sangat variatif. Dia sepakat dengan Yan bahwa rute ratusan kilometer yang ditempuh kemarin komplet. ’’Ada menanjak, rolling, turun, itu komplet. Rute Madiun-Pacitan ini paling ideal,’’ ujarnya.

Aris juga mengapresiasi kian kompletnya cyclist yang join dengan SRF. Pada gowes Madiun-Pacitan kemarin, tidak hanya cyclist asal luar eks Karesidenan Madiun atau kepolisian yang ikut serta. Berbagai pengusaha di Madiun pun ambil bagian gowes bersama SRF. Komunitasnya pun beragam. Mulai BRB, RMCC, IPSM, W2RB, WWN, hingga MCC. ’’Setiap minggu SRF memang bikin acara ketemuan dengan cara-cara bersepeda seperti ini. Untuk yang kali ini (gowes Madiun-Pacitan, Red) benar-benar menguji endurance,’’ beber Aris.

Sony Hendarto, cyclist inisiator SRF, menyebut rute Madiun-Pacitan dipilih untuk SRF kelima lantaran menarik. Trek terbilang menantang. Di samping itu, cukup jauh hingga menguji endurance atau ketahanan tubuh. Cuaca selama gowes juga terbilang baik. Apalagi diikuti oleh banyak cyclist dari berbagai komunitas. SRF bahkan sudah mencanangkan plan rute gowes berikutnya. ’’Senang sekali. Ke depan harus mencoba Tulungagung-Trenggalek,’’ kata dia.

Event Srambang Challenge yang akan digelar Jawa Pos Radar Madiun juga mendapat perhatian Sony. Dia menilai rute tersebut menarik. Patut dinanti cyclist sebagai salah satu cara Radar Madiun menyuguhkan variasi event bersepeda di eks Karesidenan Madiun. ’’Kami pasti akan support. Dan hopefully, bisa datangkan peserta dari luar kota dan luar negeri,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here