Mejayan

Satu Santri Asal Kabupaten Madiun Menyusul Reaktif

Dinkes Tunggu Hasil Tes Swab

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kekhawatiran Pemkab Madiun atas potensi penularan Covid-19 terhadap para santri ponpes Temboro, Magetan, terbukti. Satu dari 15 santri yang melakukan tes cepat kedua di Puskesmas Balerejo Sabtu lalu (2/5) dinyatakan reaktif.

Kasus serupa berpeluang bertambah mengingat masih ada 79 santri asal kabupaten ini yang belum di-rapid test ulang. ‘’Rapid test akan dilanjutkan besok (hari ini, Red) atau lusa,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Amam Santosa Minggu (3/5).

Amam mengungkapkan, santri reaktif itu tinggal di Desa Glonggong, Balerejo. Pemuda 26 tahun itu langsung diambil swab-nya untuk diuji laboratorium di Surabaya. ‘’Hasil koordinasi tiga pilar dan call center RSUD Caruban isolasi mandiri ketat,’’ ujarnya.

Lima anggota keluarga yang tinggal serumah dengan santri juga diawasi. Dinkes telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penyemprotan disinfektan lingkungan tempat tinggalnya. ‘’Pemerintah desa setempat diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat,’’ tuturnya.

Pada rapid test pertama, 10 dari 104 santri Temboro yang berhasil terlacak diketahui reaktif korona. ‘’Untuk yang reaktif (10 santri) masih menunggu hasil uji laboratoriumnya,’’ kata Amam. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close