Satu Retak, Satunya Keburu Telan Korban

20
BUTUH PERBAIKAN: Warga memasang pagar darurat dari bambu dan papan peringatan agar pengendara berhati-hati.

NGAWI – Sejumlah infrastruktur vital di Bumi Orek-Orek kondisinya rusak. Di sepanjang ruas Jalan Raya Padas–Kasreman saja, sedikitnya dua jembatan mengalami kerusakan. Satu di Desa Kwadungan Lor, Padas. Satunya lagi di Desa/Kecamatan Kasreman.

Jembatan di Desa Kwadungan Lor pagarnya ambles. Sayang, perbaikan baru bisa dilakukan setidaknya tahun depan. Infrastruktur serupa di Desa/Kecamatan Kasreman kondisinya lebih parah. Jembatan itu putus sejak Maret 2018. Kabar baiknya, bakal diperbaiki tahun ini.

Dewi Nirlama, warga Desa Kwadungan Lor, mengatakan bahwa jembatan yang hanya selemparan batu dari rumahnya itu mulai retak sekitar empat bulan lalu. Kerusakan semakin menjadi setelah truk pengangkut galian tambang dari desa tetangga kerap melintas. Pagar sisi selatan jembatan yang membujur arah timur ke barat itu ambles. ‘’Awalnya retak, terus tertabrak truk,’’ ungkapnya.

Tak hanya pagar sisi selatan jembatan yang ambles. Tepian jalan di sebelah barat dan timur jembatan juga retak-retak. Tak ingin memakan korban, warga setempat berinisiatif membuat pagar sementara dari bambu. Papan peringatan alakadarnya tak ketinggalan dipasang supaya pengendara lebih berhati-hati saat melintasi jembatan. ‘’Sebelum Lebaran kemarin dipasangi bambu. Takut kalau ada pengendara yang kecemplung,’’ ujarnya.

Pemasangan pagar bambu dan papan peringatan tersebut merupakan wujud kekhawatiran masyarakat. Dewi mengungkapkan, retakan di sekitar jembatan semakin hari semakin melebar. Terutama pada bagian talud jalan sebelah barat dan timur jembatan. Oleh karenanya, Dewi beserta warga lain berharap jembatan segera diperbaiki supaya tidak memakan korban. ‘’Takutnya pas musim penghujan nanti kerusakannya tambah parah,’’ ujarnya.

Sementara, jembatan Desa/Kecamatan Kasreman keburu menelan korban. Sepanjang tahun ini, sedikitnya dua pengendara motor mengalami celaka akibat putusnya jembatan tersebut. ‘’Ada pengendara yang jatuh karena tidak tahu kalau jembatan putus, yang terakhir sekitar satu bulan lalu,’’ kata Minah, warga setempat.

Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR Ngawi Muhammad Sadli mengamini bahwa dua jembatan tersebut merupakan wewenang dinasnya. Untuk jembatan di Desa/Kecamatan Kasreman, dia mengatakan bahwa perbaikan akan dilaksanakan tahun ini. Dana sebesar Rp 3,5 miliar telah disiapkan untuk merombak total konstruksi jembatan. ‘’Saat ini masih proses lelang,’’ ucap Sadli.

Sementara, terkait kondisi jembatan di Desa Kwadungan Lor yang retak, Sadli tidak berkomentar banyak. Dia hanya mengatakan bahwa perbaikan belum bisa dilakukan tahun ini. ‘’Teman-teman sudah mengecek ke lapangan. Mungkin (perbaikannya) tahun depan,’’ ujarnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here