Satu Juta Kendaraan Padati Kota Pendekar

214

MADIUN – Sejumlah titik pada jalur yang dioperasikan saat mudik Lebaran 2019 mulai dipetakan Polres Madiun Kota. Beberapa jalur yang menjadi fokus pengawasan lantaran kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan.

Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot Sudiyoto menyebut hasil dari pemetaan adapun jalur yang berpotensi rawan macet itu tersebar di enam titik. Antara lain, di Jalan Basuki Rahmat persisnya di pintu perlintasan kereta api (KA) Sukosari, Jalan Pahlawan depan Lawu Plaza dan Plaza Madiun, Jalan Panglima Sudirman depan Pasar Besar Madiun (PBM), Jalan Kolonel Mahardi, Jalan Trunojoyo, serta Jalan Pelita Tama. ’’Puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi antara 29 Mei – 4 Juni. Sedangkan, arus balik pada tanggal 7 – 10 Juni,’’ terangnya dalam rapat koordinasi operasi ketupat 2019 di Mapolres Madiun Kota Senin (20/5).

Untuk mengurai kemacetan di beberapa ruas jalur tersebut, pihaknya menerapkan beberapa langkah. Misalnya, di Jalan Basuki Rahmat bakal dipasang barrier sebelum pintu perlintasan KA dari sisi Jalan S Parman. Tujuannya sebagai pengalih arus kendaraan dari Jalan Sri Rejeki dengan Jalan Ploso. ’’Nanti ada petugas dari Satlantas Polres Madiun Kota yang bersiaga disitu apabila terjadi kepadatan kendaraan,’’ ujar Gatot.

Selain itu, tindakan serupa juga diberlakukan di Jalan Trunojo depan Pasar Sleko, Jalan Pahlawan dan Jalan Panglima Sudirman. ‘’Kami juga sediakan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di beberapa tempat,’’ imbuh mantan Kapolsek Plandaan itu.

Adapun pos pengamanan bakal ditempatkan di Jalan Pahlawan, Jalan Raya Jiwan-Solo, Stasiun Madiun, dan Terminal Purboyo. Sedangkan, pos pelayanan diterapkan di Madiun Square dan Sun City Festival.

Lebih lanjut, Gatot menyarankan agar pemudik untuk waspada di sejumlah titik rawan kecelakaan. Seperti Jalan Ring Road Barat, Jalan Yos Sudarso persisnya di rel KA serong, Jalan Raya Jiwan-Solo km 71–72, dan simpang empat Jalan Mayjend Panjaitan dengan Jalan Serayu. ’’Kami juga petakan ada 10 titik rawan pelanggaran lalu lintas,’’ katanya.

Dalam operasi tersebut, ada sekitar 390 personel gabungan yang dikerahkan. Fokus utamanya adalah pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019. Apalagi Kota Madiun merupakan sebagai daerah transit. Sehingga masyarakat dari berbagai daerah bisa masuk ke dalam kota.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu mengungkapkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, tidak ada kemacetan lalu lintas di Kota Karismatik. Sebaliknya, yang terjadi justru kepadatan lalu lintas. Karena itu, sinergi bersama stakeholder terkait intensif dilakukan dengan harapan jika terjadi kepadatan bisa terurai. ’’Diperkirakan pada musim arus mudik balik nanti akan ada sekitar satu juta kendaraan yang masuk atau melintasi Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyatakan pemkot mulai melakukan persiapan menjelang musim mudik Lebaran. Di antaranya membenahi lampu penerangan jalan, fasilitas umum seperti toilet umum maupun penataan tempat-tempat parkir dan kebersihan kota. Harapannya pemudik yang singgah di Kota Madiun semakin nyaman. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here