KriminalitasMadiun

Satresnarkoba Polresta Madiun Bos Pengedar Sabu Jaringan Lapas

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu jaringan lapas berhasil dibekuk petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun Kota. Pn, 48, warga Kelurahan Kejuron, Taman, Kota Madiun, dibekuk usai transaksi. Pn tidak dapat berkutik ketika petugas mendapati tersangka membawa sabu.

Petugas yang telah mengincar tersangka membekuk Pn ketika keluar dari Indomaret Jalan Salak, Taman, Kota Madiun, pukul 21.15 Minggu lalu (7/7). Dari hasil penggeledahan, Pn membawa sabu seberat 0,43 gram. Selain itu, petugas menemukan setruk bukti transfer. ’’Kami amankan ketika keluar dari Indomaret, kami geledah ternyata ada barang bukti. Kemudian kami lakukan pengembangan,’’ kata Kasat Reserse Narkoba Polres Madiun Kota AKP Eko Sugeng Rendra.

Polisi juga mengamankan handphone (HP) yang digunakan tersangka untuk transaksi. Dari pemeriksaan HP, polisi mendapatkan keterangan melalui short message service (SMS) bahwa barang pesanan diranjau bawah pohon di Jalan Kampar. Dari keterangan itu polisi melakukan pengembangan. ‘’Kami cek dan memang ada barang bukti di lokasi sesuai petunjuk dalam SMS tersebut,’’ lanjutnya.

Barang pesanan yang diranjau di bawah pohon seberat 2,09 gram itu dibungkus menggunakan tisu. Selanjutnya polisi mengamankan barang bukti serta mendalami kasus tersebut. ‘’Tersangka merupakan pemain lama. Dulu sudah pernah terjerat hukum dengan kasus yang sama,’’ ungkapnya.

Belakangan diketahui Pn merupakan residivis yang pernah ditangkap dengan kasus sama pada 2016 lalu. Rupanya hukuman yang telah dijalani tidak membuat efek jera tersangka. Hingga akhirnya kembali terjerumus melakukan pengedaran dan memakai sabu. ’’Untuk pesannya ke siapa, identitas sudah kami ketahui dan akan kami tindak lanjuti,’’ tuturnya.

Polisi telah mengantongi identitas orang yang mengirimkan barang haram itu. Eko mengungkapkan bahwa orang tersebut merupakan jaringan lapas. Saat ini polisi terus melengkapi barang bukti untuk membekuk orang yang menjadi target operasi (TO) itu. ’’Pesannya di lapas, kami cukupkan barang bukti terlebih dahulu. Target yang di atasnya bisa ditangkap,’’ sambungnya.

Dalam setiap transaksi, Pn membeli sabu dengan harga Rp 1 juta per gramnya. Atas perbuatannya, tersangka terbukti melanggar pasal 114 ayat 1 juncto 112 ayat 1 serta melanggar UU RI 35/2009 tentang Narkotika. Pn terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun. ‘’Kami imbau seluruh masyarakat agar menjauhi barang haram tersebut,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close