Satpol PP-Polisi Segel Bilik Cinta di Nglarangan,Karangasri

485

NGAWI – Tak hanya ruangan-ruangan bernomor, dua kamar di rumah Sukinem ternyata disulap jadi bilik cinta. Tarifnya kelewat murah jika dibandingkan hotel kelas melati. Hanya Rp 20 ribu sekali sewa. Praktik esek-esek di rumah janda 63 tahun di Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Ngawi, ini akhirnya terendus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ngawi. ’’Kami segel dua kamar itu,’’ ungkap Kasi Pembinaan Satpol PP Arif Setiyono, Selasa (18/9).

Kediaman Sukinem di RT/RW 03/07 desa setempat didatangi rombongan korps penegak perda dengan back-up petugas kepolisian kemarin (18/9). Aparat gabungan tersebut hendak melakukan penyegelan dua kamar di rumah Sukinem. Arif mengungkapkan, penyegelan dilakukan berdasar hasil giat patroli sehari sebelumnya. Pun, berdasar laporan warga setempat dan hasil pantauan satpol PP salama dua bulan belakangan. ’’Kemarin (Senin, 17/9) ada regu satunya yang patroli ke sana dan mendapati pasangan mesum,’’ unjarnya.

Sementara, Arif dan jajarannya bersama petugas Polsek Ngawi kemarin kembali mendatangi rumah Sukinem untuk melakukan penyegelan. Sekitar pukul 13.00 kemarin, pintu dua kamar berdipan kayu dan berkasur kapuk di rumah Tukimen ditempeli kertas bertuliskan DISEGEL. Sesaat sebelum penyegelan, Sukinem sempat menolak. Namun, petugas tetap mengunci rapat-rapat dua kamar tersebut. ’’Yang bersangkutan kami panggil besok (hari ini, Red) untuk dilakukan pembinaan,’’ kata Arif.

Petugas sempat sekilas menanyai Sukinem saat dilakukan penyegelan. Perempuan itu mengaku, sudah banyak pasangan singgah ke rumahnya. Dua kamarnya sering dipakai pasangan parobaya maupun muda-mudi. Kendati begitu, belum ada pasangan yang sampai menginap hingga berhari-hari. ’’Cuma sebentar. Kira-kira setengah jam. Bayarnya Rp 20 ribu,’’ kata Sukinem menjawab pertanyaan salah seorang petugas.

Warga sekitar rumah Sukinem resah dengan praktik persewaan kamar model short time tersebut. Benar saja, lokasi rumah Sukinem kiranya memang strategis untuk dijadikan tempat mesum. Sepi, lantaran ditinggali Sukinem seorang diri. Selain itu, pasangan yang hendak memakai kamar bertarif Rp 20 ribu itu pun juga mendapat ketenangan alias tanpa rasa khawatir bakal konangan. ’’Motornya diparkir masuk ke rumah,’’ ujar Sukinem.

Sementara, Kepala Desa Karangasri Haryono Saputro mengatakan bahwa praktik tersebut sudah lama berlangsung. Setahun lalu, kata Haryono, pihaknya sempat memergoki sepasang muda-mudi yang diduga masih pelajar tengah hepi-hepi di salah satu kamar rumah Sukinem. Upaya pemerintah desa (pemdes) setempat untuk menghentikan praktik tersebut tidak membuahkan hasil. Sukinem kembali menawarkan dua kamarnya untuk disewa berbagai kalangan usia pasangan. ’’Katanya, pemilik rumah ini dulunya juga menjadi wanita seperti itu,’’ kata Maryono.

Kegeraman pihak Pemdes Karangasri memuncak. Sukinem yang telah diperingatkan untuk menghentikan pratik sewa kamar esek-esek tersebut tak diindahkan. Janji menutup persewaan kamar tanpa diikuti bukti tindakan nyata. Tak pelak, praktik tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwenang yang lantas dilakukan penyegelan kemarin. ’’Berdasar keterangan warga lingkungan, banyak yang masuk sini. Baik pasangan yang masih pelajar sampai orang dewasa,’’ bebernya.

Sementara, sejumlah petugas Satpol PP Ngawi enggan berkomentar terkait kabar tersebut. Saat dimintai keterangan tentang tangkapan pada Senin (18/9) tersebut, jajaran korps penegak perda kelabakan. Tidak ada yang bergeleng, tak ada juga yang mengangguk. Yang ada, hanya rekomendasi untuk konfirmasi kepada pimpinan. Memang sebelumnya sempar beredar kabar jika yang terjaring berstatus PNS. Namun, ada bantahan. ’’Bukan PNS, tapi pelajar,’’ kata Kasatpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono.

Heru pun juga enggan menyebutkan identitas pasangan pelajar tersebut. ‘’Langsung lari,’’ imbuhnya. (mg8/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here