Satpol PP Melunak, Penutupan Warem Malang Mundur Senin (8/2)

31

MAGETAN – Polemik keberadaan warung Malang di pinggir Jalan Raya Maospati-Ngawi tidak kunjung terselesaikan. Sebagian pemilik warung masih keberatan pindah. Alasannya karena mereka sudah lama tinggal di lokasi tersebut.

Di sisi lain, petugas satpol pp justru bersikap lembek dalam menjalankan aturan. Padahal, sebelumnya mereka menyatakan bakal menutup paksa 23 usaha warung yang dibangun di atas tanah aset pemprov tersebut pada hari ini (5/4).

Namun faktanya, satpol pp justru mengolor rencana penutupan warung Malang itu sampai dengan Senin (8/4) mendatang. Pertimbangannya adalah masukan dari para pemilik warung. Mereka meminta kelonggaran petugas untuk mengosongkan warung beberapa hari ke depan. ‘’Tapi, masih dalam pengawasan kami,’’ terang Kasatpol PP dan Damkar Magetan, Chanif Tri Wahyudi kemarin (4/4).

Adapun toleransi itu diberikan bagi para pemilik warung yang menyediakan jasa karaoke. Mereka mengaku membutuhkan waktu tidak kurang tiga hari untuk beres-beres. Pasalnya, banyak perlengkapan yang harus diangkut dari bangunan semi permanen itu. Seperti sound system dan peralayan elektronik lainnya. ‘’Mayoritas mereka merupakan warga dari luar Magetan. Sehingga membutuhkan angkutan untuk membawa perlengkapan mereka,’’ jelas Chanif.

Kendati demikian, Chanif menegaskan pengawasan tetap dilakukan di lokasi selama dua hari. Mulai Sabtu (6/4) dan Minggu (7/4). Proses pengamanan melibatkan pemerintah desa (pemdes), kecamatan, Polri dan TNI. Tujuannya untuk memastikan tidak aktivitas jual beli. ‘’Setiap malam kami akan adakan patroli,’’ ungkapnya.

Bagaimana jika para pemilik warung tetap nekat bertahan? Chanif menyatakan bakal bertindak represif. Dengan cara menutup paksa warung pada Senin (8/4). Serta dilanjutkan dengan proses pembongkaran setelah rekomendasi dari pemprov keluar. ‘’Setelah ditutup dan disegel, selanjutnya akan kami mintakan rekomendasi untuk proses pembongkarannya ke pemprov,’’ katanya.

Sementara berdasar pemantauannya, Chanif mengungkapkan aktivitas warung Malang sudah berangsur berkurang sejak kemarin. Tidak semua warung beroperasi. Bahkan, ada yang sudah dikosongkan. Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan tugas. Dia berharap pemilik warung tidak meremehkan peringatan yang sudah dilayangkan. ‘’Dari pertemuan Selasa (2/4) lalu, mereka setuju menutup warungnya sendiri. Tapi, kalau tidak, kami yang akan menutupnya,’’ ujarnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here