Satpol PP Masih Kesampingkan Sanksi Pidana

78

NGAWI – Upaya satpol PP menegakkan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum (Kamtibum) sepertinya masih setengah hati. Khususnya yang berkaitan dengan larangan meminta-minta maupun memberi uang di sekitar lampu lalu lintas.

Meski dalam perda itu jelas-jelas disebutkan bahwa yang melanggar dikenai sanksi pidana, korps penegak perda memilih pendekatan lain. ‘’Belum sampai ke situ (sanksi pidana, Red), masih kami utamakan pembinaan dulu,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono kemarin (19/1).

Belum lama satpol PP memasang sejumlah banner di sejumlah traffic light. Isinya larangan bagi pengamen, pengemis, pedagang asongan dan lainnya beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Pun, pengguna jalan dilarang memberi uang. Jika dilanggar terancam sanksi pidana tiga bulan atau denda Rp 50 juta.

Meski begitu, kata Arif, sejauh ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi terkait larangan bagi pengemis dan pengamen seperti dalam perda itu. ‘’Kami coba sosialisasikan dulu kepada pengendara supaya mereka tahu kalau memberi uang pada pengemis dan pengamen di persimpangan itu dilarang,’’ tuturnya.

‘’Kalau mau memberikan sedekah lebih baik ke lembaga sosial atau sejenisnya supaya pengemis dan pengamen di perempatan jalan tidak menjamur,’’ imbuhnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here