Satpol PP Kota Madiun Kewalahan Pantau Semua Taman

36
Sunardi Nurcahyono (Kepala Satpol PP Kota Madiun)

MADIUN – Jumlah personel Satpol PP Kota Madiun tidak ideal. Berdasarkan analisis beban kerja, korps penegak perda itu butuh 250-300 anggota. Realitanya, saat ini hanya 76 orang. ’’Itu sudah termasuk saya,’’ kata Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyo Jumat (19/7).

Tahun ini Satpol PP kota Madiun mendapatkan tambahan satu orang  tenaga baru hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Bukan hanya itu, setiap usulan pegawai baru, Sunardi meminta tambahan personel sesuai dengan aturan permendagri. ’’Tapi, adanya segini nggak apa-apa, dengan tenaga yang ada tetap jalankan dengan maksimal,’’ ujarnya.

Jumlah personel yang terbatas inilah yang membuat korps penegak perda ini kewalahan. Sedikitnya, data jumlah penduduk di Kota Madiun akhir tahun 2017 ada 209.809 jiwa. Ditambah dengan lebih dari 50 perda Kota Madiun yang mesti diperhatikan satpol PP.

Termasuk penertiban tindakan asusila yang mengganggu kenyamanan. Seperti tindakan mesum yang dilakukan di taman maupun ruang terbuka hijau (RTH). Bahkan, saat ini titik pantauan terkait hal itu bertambah. ’’Selain di Taman Pilangbango, pantauan juga ada di Kelun, Taman Demangan, Bantaran, yang baru-baru ini ada di jalan tembusan Pagu Indah itu sekarang juga ramai,’’ bebernya.

Sunardi tidak menampik bahwa Taman Pilangbango termasuk lokasi paling rawan. Karena itu, berangkat dari  temuan Radar Madiun di lokasi, dia tidak terlalu terkejut. Hanya, yang menjadi evaluasi Sunardi terkait razia ini, personel diarahkan tidak hanya lalu lalang begitu saja. ’’Nggak cuma lewat, dilihat kok nggak ada apa-apa, pergi. Bukan seperti itu, mereka saya minta untuk sesekali datang ke warung-warung sekadar ngopi biar tahu (masalah di lapangan, Red),’’ pungkasnya. (dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here