Satpol PP Kewalahan Tertibkan Reklame dan APK Dipasang Ngawur

76

PACITAN – Tanpa ampun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pacitan memberedel reklame ilegal kemarin (25/2). Tak terkecuali alat peraga kampanye Pemilu 2019 yang dipasang ngawur. Reklame berwujud baliho, spanduk, dan banner itu kebanyakan telah kedaluwarsa. Pun banyak yang dipaku di pohon peneduh jalan.  ‘’Masih banyak yang mengabaikan aturan (dipaku di pohon, Red). Padahal jelas dilarang,’’ kata Kepala Satpol PP Pacitan Widy Sumardji kemarin (25/2).

Widy mengungkapkan, pemberedelan alat promosi visual tersebut dilakukan di beberapa ruas jalan protokol. Di antaranya di Jalan Tentara Pelajar, Basuki Rahmat, Gatot Subroto, dan Letjen Suprapto. Lebih dari 20 lembar reklame berbagai bentuk dicopot paksa. Selain jumlahnya banyak, satpol PP juga direpotkan dengan reklame jumbo. Sebab, harus mengeluarkan anggaran ekstra untuk menurunkan. ‘’Kalau yang besar dengan kerangka besi, habis jutaan untuk menurunkannya,’’ ujarnya.

Petugas juga mendapati sejumlah APK kampanye dipaku di pohon. Bak dicabut satu tumbuh seribu, saat satu APK diberedel, muncul APK lain di tempat terpisah. ‘’Untuk APK kita tahan dulu, kami koordinasikan dengan bawaslu (badan pengawas pemilu, Red) untuk pencopotan,’’ tuturnya.

Meski jelas melanggar, pihaknya enggan buru-buru melepas. Sebab, khawatir pencopotan secara sepihak bakal menimbulkan polemik dan kecemburuan. Sehingga, Widy memilih menyerahkan ke bawaslu untuk penindakan. Sesuai prosedur, bawaslu bakal melakukan pemberitahuan kepada pemasang sebelum dicopot. ‘’Sebenarnya bisa langsung kami beredel lantaran dipaku di pohon,’’ jelasnya.

Pemasangan APK yang tak mengindahkan estetika juga disesalkan. Terutama di beberapa titik yang membahayakan. Seperti di pertigaan jalan dengan ukuran besar. Widy khawatir akan roboh jika terempas angin kencang dan membahayakan para pengendara. ‘’Termasuk di pohon pribadi, itu harus izin,’’ tegasnya.

Pihaknya juga menyayangkan perawatan APK yang dipasang tim pemenangan. Seperti pasca-angin kencang beberapa saat lalu, puluhan APK didapati rusak. Namun, mayoritas dibiarkan tergeletak di tempat pemasangan. Sehingga, pihaknya terpaksa memunguti puluhan APK tersebut lantaran mengganggu ketertiban. ‘’Itu juga kami koordinasikan dengan bawaslu,’’ pungkas Widy. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here