Satpol PP-Damkar Magetan Tambah Pasukan

235

MAGETAN – Jumlah personel yang tidak sebanding dengan beban kerja mengharuskan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan menambah pasukan. Bakal ada delapan tenaga bantuan damkar non PNS yang ditambahkan tahun ini. ‘’Sifatnya kontrak. Jadi, setiap tahun ada rekrutmen,’’ terang Wawang Antarikso, ketua panitia seleksi (pansel) penerimaan tenaga bantuan damkar non PNS.

Di setiap tahun pula, kinerja tenaga kontrak itu dievaluasi. Yang layak diperpanjang, yang tidak diganti baru. Kecekatan dalam penanganan kebakaran menjadi salah satu indikator penilaian. Keterlambatan sampai lokasi bakal menjadi catatan khusus. ‘’Di sini taruhannya waktu. Tidak ada kata terlambat,’’ tegasnya.

Tidak ada kompetensi khusus untuk bisa menjadi tenaga tambahan damkar tersebut. Sebab, memang diambil dari kalangan umum. Jelas tidak memungkinkan jika mereka harus memiliki sertifikat pengoperasian alat pemadam kebakaran. Meskipun nantinya dituntut bisa menangani kebakaran. Setelah terpilih, barulah mereka mendapatkan pelatihan tiga bulan. ‘’Alat (pemadam kebakaran, red) ini kan miliknya pemkab. Orang awam jelas tidak ada yang bisa. Harus di-training dulu,’’ ungkapnya.

Selama tiga bulan, para tenaga tambahan damkar bakal menjalani pelatihan yang berat. Dari pukul 10.00 – 04.00 WIB. Untuk membiasakan bangun tengah malam karena kebakaran yang tidak mengenal waktu. Bisa dikata, jam kerja 24 jam. Awalnya, Wawang sempat mendapat protes lantaran wacana pelatihan berat itu. Namun, setelah dijelaskan beratnya tugas pemadam kebakaran, semua pihak memahami. ‘’Supaya mereka terbiasa jika dibangunkan tengah malam,’’ tegasnya.

Wawang pun semula tidak berniat merekrut personil dari kalangan umum. Namun, akan diambilkan dari hansip di setiap desa. Dua hingga tiga hansip bakal dipanggil jika ada kebakaran. Honor yang diberikan juga insidentil. Artinya, hanya mendapat honor setelah membantu penanganan kebakaran. Setelah dipertimbangkan kembali, langkah itu kurang tepat. Koordinasi akan lama jika harus mengandalkan tenaga hansip. ‘’Akhirnya diputuskan merekrut tenaga tambahan di tahun ini,’’ jelasnya.

Setidaknya ada 77 pelamar, tiga diantaranya perempuan. Dari total pelamar, hanya 43 yang lolos administrasi dan berhak mengikuti tes fisik. Tak tanggung–tanggung, untuk mengetes kekuatan fisik pelamar, didatangkan petugas dari polisi milter (PM). Tak hanya melibatkan UPT Pemadam Kebakaran, juga organisasi perangkat daerah (OPD) induk, yakni Satpol PP dan Damkar Magetan untuk seleksi wawancara. Hasil seleksi delapan petugas tambahan itu diumumkan hari ini (23/1). ‘’Mereka yang terbaik yang lolos dari semua seleksi,’’ tukasnya.

Wawang berharap, keberadaan tenaga tambahan itu mampu memaksimalkan tugas UPT pemadam kebakaran. Mengingat, selama ini dalam satu sif hanya tiga personil yang bertugas. Dalam sehari, dibagi menjadi tiga sif. Padahal, minimal dalam satu sif ada delapan petugas yang berjaga. Sebab, dalam UPT hanya terdapat 15 petugas lapangan dan 2 struktural. ‘’Berapapun personelnya akan dimaksimalkan,’’ pungkasnya. (bel/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here