Satpol PP Cita Gerobak Mandi Bola

24

MAGETAN – ‘’Di luar jam operasional, tak boleh ada gerobak yang ditinggal.’’ Suara Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP dan Damkar Magetan Khamim Basyori meninggi. Habis kesabarannya setelah merasa diblenjani janji oleh pedagang kaki lima (PKL) di alun-alun Magetan.

Hari kedua relokasi PKL Sabtu lalu (1/12), satpol PP dan damkar sudah mengandangkan satu gerobak. Berisikan wahana permainan mandi bola yang sengaja ditinggal pemiliknya. ‘’Kan sudah ada kesepakatan,’’ katanya.

Ironisnya, gerobak itu milik salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan. Khamim tak ingin tebang pilih dalam menegakkan aturan. Kesepakatannya, PKL hanya diperbolehkan mengggelar dagangan mulai pukul 14.00–23.00. Di luar itu, alun-alun harus steril PKL. ‘’Ketertiban ini berlaku untuk semua lapisan masyarakat. Mulai tingkat bawah, menengah, sampai atas. Siapa pun yang salah akan kami tindak,’’ tegasnya.

Gerobak itu kini diletakkan di halaman Satpol PP dan Damkar Magetan. Khamim bakal segera memanggil si pemilik wahana mandi bola itu ke markas korps penegak perda untuk dikonfirmasi. Pasalnya, sosialisasi sterilisasi kawasan alun–alun tidak hanya dilakukan sekali. Melainkan hingga tiga kali bersama satpol PP dan damkar, dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim), dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan. PKL juga menyetujui aturan yang merupakan instruksi langsung dari Bupati Magetan Suprawoto tersebut. ‘’Ini kan melanggar kesepakatan. Tidak mengindahkan instruksi,’’ bebernya.

Sejatinya, PKL telah diberi kesempatan di hari pertama relokasi (1/12). Mereka bahkan membuka lapaknya sejak pagi. Karena itu merupakan waktu terakhir sebelum boyongan. Pemkab memberi toleransi, sembari memindah gerobak, mereka sekalian membuka lapak. Namun, nyatanya masih saja ada oknum PKL nakal yang meninggalkan gerobak saat jam operasional berakhir. ‘’Karena masih awal, makanya kami tindak. Supaya yang lain tidak ikut–ikutan,’’ jelasnya.

Khamim berjanji pemantauan terus dilakukan. Pihaknya juga bakal bekerja sama dengan OPD lain untuk membina para pelanggar kesepakatan. Kesalahan pertama kali oleh oknum PKL itu sejatinya dimaklumi. Kemungkinan yang bersangkutan masih belum memahami kesepakatan yang sudah terjalin. ‘’Tapi, tetap ada tindak lanjut,’’ tegasnya.

Khamim berharap pelanggaran yang masih ditemukan itu menjadi kali terakhir yang terlihat. Sehingga, 2019 mendatang alun–alun sudah sesuai yang dicita-citakan. Menjadi tempat hiburan masyarakat yang bersih dan nyaman. Lokasi PKL lama akan menjadi ruang terbuka hijau (PKL), tidak diisi gerobak–gerobak dagangan yang mengesankan kumuh pemandangan. (bel/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here