Satpol PP Ciduk Empat Perempuan Muda di Rumah Kos

210

MADIUN – FF, 32, cuma bisa menggumam ketika dia diciduk oleh anggota Satpol PP Kota Madiun Selasa (14/5). Itu lantaran dirinya tidak membawa KTP. Dia lantas dibawa oleh petugas penegak perda itu naik ke mobil patroli.

Selain FF asal Sukoharjo, tiga perempuan lainnya yang diindikasi sebagai pemandu lagu freelance juga terjaring razia rumah kos pada Senin pagi. Mereka adalah Tr (31) asal Ngawi; SW (23) dari Patihan, Kota Madiun; dan EGT (24) asal Demak.

Staf Pembinaan dan Penyuluhan Masyarakat Satpol PP Kota Madiun Djoko Susilo mengatakan, mereka terjaring razia petugas di sebuah rumah kos, Jalan Ciliwung. Alasannya karena keempat perempuan muda itu tidak dapat menunjukkan identitas KTP saat didatangi oleh anggota satpol PP. ’’Mereka beralasan KTP-nya rusak dan hilang,’’ katanya kepada Radar Madiun kemarin.

Karena dianggap melanggar ketentuan perda ketentraman dan ketertiban, lanjutnya, mereka kemudian dibawa oleh petugas ke kantor satpol PP. Selanjutnya, keempat perempuan itu diminta untuk membuat surat pernyataan. ’’Kami lakukan pembinaan dengan memintanya untuk membuat surat pernyataan dan mengisi data identitas,’’ terangnya.

Djoko menjelaskan razia itu digelar usai pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Di mana rumah kos campuran tersebut didapati telah melanggar ketertiban lingkungan. ’’Sesuai ketentuan dalam perda, rumah kos untuk pria dan perempuan harus dipisah. Tidak boleh campur,’’ jelasnya.

Selain rumah kos, kata dia, pihaknya juga rutin menggelar operasi tempat hiburan malam (THM) saat Ramadan. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk menjaga kondusivitas lingkungan saat pelaksanaan Ramadan. Sehingga, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang. ’’Sistem razia kami lakukan secara bergantian. Untuk malamnya, operasi THM. Sedangkan, pada paginya rumah kos,’’ kata Djoko. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here