Satpol PP Angkut 50 Rombong PKL Tak Bertuan

139

MADIUN – Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan sembarangan sering kali menjadi biang kekumuhan wajah kota. Salah satunya terlihat di ruas Jalan Mastrip. Kemarin (10/1) pihak Satpol PP Kota Madiun menyita lapak dan gerobak PKL yang bandel.

Operasi itu dilakukan di sepanjang Jalan Mastrip dan Jalan Walanda Maramis. Petugas penegak perda mengamankan dua lapak PKL untuk dikirim ke kantor satpol PP di Jalan Parikesit.

Plt Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Madiun Sunarto mengatakan, lapak PKL yang diambil berupa rombong yang ditinggal pedagang. Mereka berdagang saat malam. Meninggalkan rombongnya di pinggir jalan atau di atas trotoar.

’’Seperti yang kami temukan di jalan ini (Walanda Maramis, Red), gerobak ditinggal begitu saja di trotoar dengan posisi digembok,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Keberadaan gerobak PKL tak bertuan itu dianggap menjadi biang kekumuhan wajah kota. Karena dibiarkan begitu saja setelah pemiliknya selesai berjualan. Petugas memang sempat kesusahan saat menertibkan gerobak PKL tersebut. Mereka harus bersusah payah mengangkut rombong pedagang. Apalagi, posisinya dirantai di tiang listrik.

Sunarto mengungkapkan, dalam operasi itu, petugas tidak asal mengangkut rombong. Sebelumnya, pedagang-pedagang tersebut sering diingatkan agar merapikan dagangan dan tidak meninggalkan gerobak atau lapak.

’’Pasti yang seperti ini kami peringatkan dan beri teguran dulu. Tapi, ini masih berjualan lagi dan lapaknya ditinggal, makanya kami tertibkan,’’ ujarnya.

Dia mengaku operasi penertiban lapak PKL tak bertuan itu sudah rutin dilakukan sejak Desember 2018 lalu. Selama itu, total sudah sekitar 50 unit gerobak mereka amankan.

‘’Pemilik rombong bisa mengambilnya di kantor satpol PP setelah sebelumnya membuat surat pernyataan untuk tidak meninggalkan gerobaknya begitu saja di pinggir jalan atau trotoar setelah selesai berjualan,’’ terang Sunarto. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here