Satpol Melunak, In Lounge Hanya Dibina

148

MADIUN – Seperti apa sanksi tegas untuk In Lounge? Sepertinya pemkot akan lunak memberikan punishment. Sebab, satpol PP setempat hanya punya rencana memanggil pengelola tempat hiburan malam (THM) itu. Selanjutnya hanya diberi surat peringatan. ’’Karena apa pun alasanya, pelajar memang dilarang masuk THM,’’ kata Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Sunardi belum menyebutkan detail hari pemanggilan. Penanganan masalah ini juga berjalan lamban. Pasalnya, temuan empat pelajar sedang berada di hall In Lounge sedang mengonsumsi minuman keras (miras) sejak Sabtu dini hari (16/3). Ketika itu, petugas satpol PP bersama Pom AU Lanud Iswahjudi, denpom, dan Polres Madiun Kota melakukan razia. ’’Kami pasti tindak lanjuti, tetap diberi surat peringatan,’’ ujarnya.

Dijelaskan, upaya itu diberikan dalam rangka pembinaan. Pembinaan dilakukan untuk mengedukasi tata tertib kepada pihak In Lounge. ‘’Tentunya akan kami lakukan pembinaan ke depannya. Bahkan, bila perlu semuanya akan kami undang untuk menyampaikan apa saja kewajiban dan larangan yang perlu diketahui,’’ tuturnya.

Tidak hanya pemkot yang bereaksi atas temuan pelajar di sebuah THM. Pihak DPRD Kota Madiun pun menuntut adanya sanksi atas kasus tersebut. Sebab, hal tersebut termasuk pelanggaran karena dalam perda tertulis disebutkan bahwa THM dilarang menerima pengunjung pelajar. ’’Ini suatu bentuk kelalaian,’’ kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Nyamin.

Agar ada efek jera, mesti ada sanksi kepada pihak THM. Sekaligus mendorong satpol PP maupun Polres Madiun Kota menggelar operasi rutin. ‘’Sanksi sudah diatur dalam perda. Ada pembinaan dan peringatan, serta paling berat adalah ancaman penutupan,’’ ujar politikus Partai Nasdem itu.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madiun, empat pelajar yang terjaring operasi gabungan (opsgab) pada Sabtu lalu itu berasal dari sebuah SMA dan madrasah negeri di Kota Madiun. Masing-masing BM, RES, MYL, dan AP. Selepas didata oleh satpol PP, mereka kemudian diserahkan kembali ke orang tuanya. Tentunya setelah mengisi surat pernyataan. ’’Mereka kami data dan buat surat pernyataan. Sedangkan, untuk THM akan kami beri pembinaan,’’ kata Plt Kabid Penertiban, Ketenteraman, dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Madiun Sunarto. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here