Sari Puspitaningrum Pilih Lupakan Toko Bangunan

65

MENJADI pegawai negeri sipil (PNS) tidak menghentikan langkah Sari Puspitaningrum untuk menekuni bisnis. Sudah enam tahun terakhir perempuan itu menggeluti usaha baby and kid shop. ‘’Harus pintar membagi waktu. Tapi, saya lebih mengutamakan PNS,’’ ujar Sari.

Ide Sari membuka toko perlengkapan bayi dan anak itu muncul setelah menikah dengan Bimo Mahardi Margono. Bermula saat mencari perlengkapan bayi yang ternyata sangat beragam di pasaran. Tabungan sekitar Rp 40 juta digunakan untuk modal membuka usaha. ‘’Alhamdulillah untungnya lumayan. Sebulan bisa dapat Rp 1 juta-Rp 2 juta,’’ sebutnya.

Di sela kesibukannya sebagai staf bagian humas dan protokol setdakab Magetan, Sari selalu menyempatkan searching perlengkapan bayi dana anak yang sedang ngetren.

Tidak ada barang yang masuk kategori best seller di baby and kid shop yang dikelola Sari. Semua jenis produk terjual merata. Mulai pakaian hingga perlengkapan makan. Pun, pelanggannya merata dari semua kalangan. Selain warga Magetan, tidak sedikit pengguna jalan yang kebetulan lewat mampir. ‘’Tokonya memang di pinggir jalan yang ramai,’’ jelas ibu dua anak itu.

Sebelum menjadi PNS, Sari memiliki toko bangunan. Usaha itu ‘’nyontek’’ kedua orang tuanya yang lebih dulu menekuni bisnis tersebut. Setelah diterima menjadi abdi negara, tokonya diserahkan kepada kakaknya untuk dikelola. ‘’Daripada ketetaran, biar dikelola saudara saja,’’ kata alumnus Fakultas Ekonomi UII Madiun ini.

Menjadi pebisnis memang sangat pas dengan background pendidikannya. Namun, di sisi lain dia tidak ingin melepas kesempatan menjadi abdi negara. Dua bidang pekerjaan itu pun dia tekuni. ‘’Usaha ini hanya sampingan, karena suka saka,’’ pungkasnya. (bel/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here