Sarangan Nihil Lifeguard

153
TANPA PELAMPUNG: Pengunjung Sarangan yang mengendarai perahu tanpa dilengkapi pelampung, membuat Sarangan darurat lifeguard.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tingkat keamanan di Telaga Sarangan sangat minim. Terlebih di objek wisata unggulan Pemkab Magetan itu belum didukung pengawas khusus semacam lifeguard. Kondisi itu tentu mengancam keselamatan wisatawan. Terutama mereka yang menggunakan jasa perahu keliling telaga.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Venly Tomy Nicholas mengakui persoalan tersebut. Dia tak menampik dibutuhkan semacam tim pengawas atau lifeguard yang memantau aktivitas pengunjung di sekitar Telaga Sarangan. ‘’Paling tidak dibutuhkan sekitar 10 orang lifeguard,’’ katanya Jumat (20/9).

Namun demikian, Venly mengaku saat ini tahapan rekrutmen petugas itu masih proses penjajakan dan telah diajukan ke Bupati Suprawoto sebagai bentuk usulan. Karena untuk menjaring tenaga pengawas atau lifeguard diperlukan syarat khusus. Selain dapat berenang, juga mampu menguasai teknis rescue atau penyelamatan kecelakaan air. ‘’Saat ini kami masih sebatas koordinasi dengan BPBD. Karena mereka yang lebih tahu mengenai pencegahan dan cara penyelamatan korban kecelakaan air,’’ terang Venly.

Yang jelas, dia tidak memasang target kapan proses rekrutmen itu dilakukan. Namun, setidaknya jika mendapat persetujuan dari kepala daerah, bulan depan proses rekrutmen bisa langsung dilakukan. ‘’Kami serahkan teknisnya ke BPBD, karena kami hanya menyanggupi dananya,’’ ujarnya.

Berbicara soal SDM, Venly lebih condong warga sekitar Sarangan yang menjadi lifeguard. Alasannya, efisiensi waktu dan jarak saat terjadi kasus kecelakaan air. ‘’Kalau bisa semuanya dari daerah sini. Koordinasinya tentu akan lebih mudah,’’ ungkapnya. (fat/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here