Sapu Bersih Bahu Pasar Eks Stasiun

74

KOTA – Pedagang yang biasa mangkal di bahu jalan pasar eks stasiun kocar-kacir. Kemarin (16/5) korps penegak perda di-back up petugas dinas perhubungan (dishub) dan kepolisian menyerbu masuk dari selatan pasar.  ‘’Saya takut dagangan diangkut,’’ ungkap Maryuni, seorang pedagang setempat, Rabu (16/5).

Semburat pedagang kemarin itu sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta tersendat. Maryuni yang mangkal di bahu jalan segera mengemasi tahu goreng dagangannya. Dia sampai bolak-balik tiga kali. ‘’Tahu kalau melanggar, tapi mau gimana lagi. Dasaran (buka lapak, Red) di Pasar Songgolangit tidak laku. Keluarga saya makan apa,’’ keluh pedagang asal Patihan Wetan, Babadan, itu.

Perempuan yang telah berjualan 24 tahun itu menilai Pasar Songgolangit semrawut. Selain membuat dagangan tidak laku, juga merepotkan penataan barang dagangan. Selama ini pun pelanggan Maryuni sudah hafal bila dirinya menggelar lapak di trotoar. ‘’Saya bingung mau jualan di mana,’’ tukasnya.

Sekretaris Satpol PP Lilik Slamet Rahardjo menegaskan, penertiban pedagang yang nekat jualan di trotoar bakal terus digencarkan. Sebab, hal itu jelas melanggar Perda 5/2011 tentang Ketertiban Umum. ‘’Jangan sampai nekat membuka dagangan di situ kalau tidak ingin berbenturan dengan petugas di lapangan,’’ kata Lilik.

Pasar eks stasiun, tegas Lilik, menjadi titik paling mendapat atensi. Sebab, kawasan itu merupakan perwajahan kota karena berada di tepian jalan protokol. Seharusnya bersih dari kesan kumuh. ‘’Itu satu-satunya trouble spot di kota,’’ tukasnya.

Di sana juga telah dipasangi rambu larangan parkir, tetapi banyak pengendara yang mengabaikannya. Akibatnya, lalu lintas selalu tersendat karena tertutup hampir separo jalan,’’ timpal KBO Satlantas Polres Ponorogo Iptu Yudi Kristiawan.

Kemarin, lima pengendara kena tilang karena nekat parkir di lokasi. Sementara pengendara lain segera memindahkan kendaraan saat petugas sampai di lokasi. Bahkan, satu unit N-Max AE 2998 WL diangkut petugas lantaran pemiliknya tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. ‘’Diselesaikan sesuai aturan yang berlaku,’’ ucapnya.

Pihaknya berjanji menggelar penertiban di lokasi satu minggu dua kali. Langkah itu diharapkan dapat memberi efek jera. Alasannya, lanjut dia, petugas sudah berkali-kali melaksanakan penertiban namun tidak diindahkan. ‘’Tetap saja kembali melanggar. Kalau seperti itu bersiap berbenturan dengan kami,’’ tegasnya. (mg7/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here