Sapto Budi Raih Medali IOMA Championship 2019

27
USIA HANYALAH ANGKA: Sapto Budi bersama Kepala SMAN 1 Ponorogo Nurhadi Hanuri memamerkan medali dari IOMA Championship 2019 Senin (16/9).

Sapto Budi Hari Widjanarko, guru SMAN 1 Ponorogo, itu baru saja membawa pulang medali perak dari IOMA Championship 2019, 12-13 September lalu. Meski usianya sudah menginjak 57 tahun, kakinya masih mampu diajak berlari seratus meter dalam hitungan detik.

==========

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

DENGAN napas masih tersengal, Sapto Budi Hari Widjanarko baru saja melewati garis finis lari sprint 100 meter. Keringat membanjiri tubuhnya dan diusapkannya menggunakan handuk kering. Berjalan di tepi arena perlombaan, Sapto sedang mendinginkan suhu tubuhnya. Senyumnya mengembang tatkala mendengar perolehan waktu yang berhasil diraihnya adalah 13,59 detik kategori kelompok usia 55-59  tahun. ‘’Iya, ini sudah sesuai target,’’ kata Sapto.

Berkat usahanya itu dia berhasil meraih medali perak dalam perlombaan bertajuk Indonesia Open Masters Athletics Championships yang berlangsung pada 12-13 September di Rawamangun Athletics Stadium, Jakarta. Pada tahun sebelumnya Sapto mengikuti kompetisi sejenis di cabor lompat jauh. ‘’Kompetisi ini pesertanya yang ikut adalah mantan atlet, minimal tingkat provinsi,’’ terangnya.

Usia termuda dalam event ini adalah 35 tahun dengan jumlah peserta keseluruhan 155  orang. Tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga atlet luar negeri seperti India dan Pakistan. Dan, Sapto berangkat mewakili Ponorogo. Butuh perjuangan yang tidak mudah bisa mencapai kejuaraan ini. ‘’Dalam semiggu tiga kali latihan. Mencakup lari, lompat jauh, jangkit, dan sprint. Tapi, yang dapat medali cuma sprint,’’ ungkap eks karyawan Radar Madiun ini.

Pun, Sapto memiliki treatment khusus menjaga agar tubuhnya tetap fit kendati usianya sudah senja.  Yakni, menjaga keseimbangan antara olahraga dan istirahat. Hari libur, Sapto biasa berolahraga pada pagi dan sore hari. ‘’Kalau jamnya dinas, hanya sore. Juga tambahan latihan lari dan lompat jauh,’’ imbuhnya.

Masih lekat dalam ingatannya ketika zaman mahasiswa. Pernah meraih juara satu  lari sprint 100 meter dan lompat jauh. Dengan catatan waktunya kala itu 11,05 detik. Lanjut ketika pendidikan tinggi di UNS jurusan olahraga. Sejauh ini Sapto sudah mengoleksi sedikitnya 3 medali nasional dan 2 skala internasional. ‘’Total 5 medali saya kumpulkan sejak 2018. Tahun ini rencananya akan ikut lagi di Malaysia, kejuaraan tingkat Asia Master Athletic Championship (Malaysia Open) 2019,’’ pungkasnya. ***(fin/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here