Santri Korban Keracunan yang Rawat Inap Tinggal Enam

83

MADIUN – Enam santri Ponpes Babussalam korban dugaan keracunan masih menjalani rawat inap kemarin (10/2). Tiga di Puskesmas Gantrung, tiga lainnya di RSUD Dolopo. Kondisi mereka pun sudah berangsur pulih. ‘’Diare sudah berkurang, hanya sekali tadi pagi (kemarin, Red),’’ kata Amar Maulana, salah seorang pasien puskemas, kemarin (10/2).

Amar mengutarakan, perutnya sudah tidak sesakit ketika lengan kirinya masih diinfus, Sabtu (9/2). Tubuh remaja 14 tahun itu sudah tidak lemas. Pusing serta mual pun perlahan hilang. Santri yang tidak ikut makan melon ketika acara malam bersama ini sesekali meninggalkan tempat tidur. Duduk di teras puskesmas ditemani orang tuanya. ‘’Hanya agak mengantuk saja,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Eka Herlina, petugas piket puskemas mengungkapkan tersisa lima pasien yang diinfus hingga kemarin pagi. Namun, dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang siang harinya. Tersisa tiga, selain Amar, Bagas Kurniawan dan Khoirul Rosikun. Kondisinya sudah stabil, namun masih proses pemulihan. Tidak jarang mengeluh pusing dan diare ke perawat. Sehingga ketiganya perlu diobservasi dan terapi injeksi. ‘’Mudah-mudahan besok (hari ini, Red) sudah bisa pulang,’’ katanya.

Eka mengungkapkan pengurangan drastis dari total 23 pasien yang diiinfus terjadi Sabtu. Satu persatu mulai pukul 14.00 hingga 17.00. Tersisa lima karena masih mengeluh perutnya nyeri. Dokter memutuskan agar dirawat lebih lama lagi. ‘’Respons dan daya tahan tubuh seseorang kan berbeda-beda. Jadinya ada yang cepat dan lama sembuhnya,’’ bebernya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (PPP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo menambahkan, tersisa tiga dari tujuh santri yang dirujuk RSUD Dolopo. Kondisi ketiganya tidak jauh berbeda dengan yang dirawat di puskemas. Mereka diprediksi sudah diperbolehkan pulang hari ini. Sebab kondisinya mulai normal. ‘’Sudah tidak mual atau diare, tapi perlu diobservasi sekali lagi oleh dokter,’’ katanya.

Agung masih menunggu sepekan keluarnya hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi untuk kepastian santri keracunan. Sisa soto ayam dan melon telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Tidak lama setelah pihaknya memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan dengan baik. Dia tidak mempermasalahkan terkait langkah polisi meneliti kandungan makanan lewat uji lab sendiri. ‘’Kami kirim sendiri ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya karena di bawah naungan Kemenkes,’’ ujarnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here