Ngawi

Sejumlah THM tanpa Izin Nekat Beroperasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Korps penegak perda dibuat geregetan dengan ulah sejumlah pengusaha tempat hiburan malam (THM) ilegal. Bagaimana tidak, upaya penertiban belum sempat dilakukan, kini beredar kabar ada THM bodong lagi yang beroperasi. ‘’Informasinya begitu, tapi kami juga belum tahu lokasinya di mana,’’ kata Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Senin (16/9).

Arif mengakui hingga saat ini masih ada sejumlah THM ilegal yang diduga nekat beroperasi. Paling banyak di Kecamatan Ngrambe. Catatan satpol PP, di wilayah itu ada tiga THM bodong. Namun, satu di antaranya sudah tutup. ‘’Tapi, kalau ada tambahan satu lagi yang beroperasi jadinya tetap tiga,’’ ujarnya.

Dia menyebut, THM di Ngawi yang telah mengantongi izin hanya tiga. Dua di wilayah Ngawi kota dan satunya lagi di Kecamatan Kendal. Selain ketiga tempat itu dipastikan tanpa izin. Meski demikian, selama ini pihaknya belum memiliki cukup bukti sebagai dasar pemberian sanksi.

Arif mengatakan, sebenarnya selama ini pihaknya sudah mengantongi informasi dari warga sekitar adanya THM ilegal yang masih beroperasi. Namun, operasi gabungan yang dilakukan selalu nihil hasil. ‘’Saat petugas datang, tutup. Padahal, kalau ketangkap tangan sekali saja beroperasi sudah cukup untuk jadi bukti kami,’’ ungkapnya.

Jika menemukan THM bodong nekat beroperasi, lanjut Arif, pihaknya langsung memberikan surat peringatan. Bila surat peringatan pertama hingga ketiga tidak diindahkan, bisa dilakukan penutupan paksa. ‘’Yang jelas, kalau ingin tetap beroperasi ya harus mau mengurus perizinannya,’’ tegasnya.

Arif berjanji, dalam waktu dekat bakal turun lagi ke lapangan untuk melakukan pendataan. Termasuk menelisik THM baru yang ditengarai nekat beroperasi meski belum berizin. ‘’Untuk sementara pendataan dulu, baru nanti kami jadwalkan untuk kegiatan lain,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close