Mejayan

Sang Ibu Positif, Bayi Lahir Nonreaktif

Lima Pasien Baru, Kumulatif 67 Kasus

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – UPN, 27, mampu melewati satu masa sulit sebagai pasien positif Covid-19. Bayi yang dikandung warga asal Kecamatan Geger itu lahir dengan selamat. ‘’Bayi lahir sehat dengan kondisi nonreaktif Covid-19 setelah persalinan Caesar,’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Madiun Mashudi Minggu (23/8).

UPN adalah pasien ke-65. Perempuan itu terkonfirmasi positif Sabtu (22/8) bersama tiga pasien baru lainnya. Kemarin petang, ada penambahan satu pasien baru. Dengan demikian, total kumulatif 67 kasus positif Covid-19.

Mashudi menerangkan, pasien ke-65 yang tengah hamil tua awalnya dirawat di RSUD Dolopo. Setelah diketahui positif korona, dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun. Di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur itu, pasien ke-65 melakukan persalinan. ‘’Bayi dan ibunya saat ini ditempatkan di ruang terpisah,’’ ujarnya.

Dia menyebut, dua dari empat penambahan kasus Sabtu ditengarai termasuk transmisi lokal. Yakni, pasien ke-64, perempuan 39 tahun asal Kecamatan Dagangan. Suaminya diketahui terlebih dulu terkonfirmasi positif Covid-19 pada 12 Agustus.

Lalu, pasien ke-66 yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Dolopo. Perempuan 47 tahun itu diduga tertular dari kasus-kasus positif sebelumnya di lingkungan tempat tinggal. ‘’Cukup banyak pasien positif Covid-19 di desa itu,’’ ungkap Mashudi sembari menyebut pasien ke-64 isolasi mandiri karena tak bergejala klinis. Sementara pasien ke-66 dirawat di RSUD Dolopo.

Berikutnya, pasien ke-63 pria 58 tahun dari Kecamatan Dagangan. Sebelum di-swab di RSUD Dolopo, pasien bersangkutan melakukan uji cepat Covid-19 di salah satu klinik kesehatan dengan hasil reaktif. ‘’Pasien ke-67 dari Desa Garon, Balerejo,’’ imbuh mantan camat Dolopo tersebut.

Penambahan kasus membuat peta epidemiologi Covid-19 mengalami perubahan. Dari sebelumnya empat kecamatan zona merah, kini menjadi lima. Yakni, Kecamatan Jiwan, Sawahan, Geger, Dolopo, dan Dagangan. ‘’Di setiap kecamatan tersebut masih ada pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri,’’ ujar Mashudi. (den/c1/cor)

Dua Pekan, Hasil Swab Belum Keluar

HASIL uji swab tiga warga hasil pelacakan kontak erat pedagang Pasar Nglames, Kabupaten Madiun, yang positif Covid-19 belum keluar. Padahal, hampir dua pekan berlalu sejak uji cepat dalam dua tahap terhadap 281 orang dilakukan.

Yakni, 8 Agustus dan 11 Agustus lalu. ‘’Belum ada informasi dari rumah sakit. Kemungkinan minggu depan hasilnya keluar,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Amam Santosa Minggu (23/8).

Amam mengamini lamanya proses uji swab dalam kasus Covid-19 di Pasar Nglames. Setengah bulan berlalu sejak sampel lendir hidung dan tenggorokan dari tiga orang yang reaktif itu diambil. ‘’Ketiganya (warga reaktif, Red) melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab keluar,’’ ujarnya.

Diketahui, seorang pedagang Pasar Nglames meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 lantas melakukan tracing. Sebanyak 281 nama sesama pedagang, tetangga, dan rekan kegiatan sosial pasien dikantongi.

Saking banyaknya kontak erat, tim GTPP membagi rapid test hingga dua tahap. Hasilnya, dua warga diketahui reaktif pada tes pertama dan satu reaktif pada tes kedua. Di luar itu, pemkab harus menutup pasar selama sepekan. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close