Sandiaga Uno Sebut Tempe Ponorogo Setebal Batu Bata

281

PONOROGO – Kedatangan Sandiaga Salahudin Uno disambut sukacita pedagang Pasar Legi Songgolangit kemarin (21/12). Calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto itu pun menyempatkan memantau harga kebutuhan pokok di jantung ekonomi Ponorogo sekitar pukul 07.00.

Melangitnya harga sejumlah komoditas jelang akhir tahun membuatnya prihatin. Mulai telur yang semula Rp 21 ribu menjadi Rp 24 ribu, bawang merah dari Rp 14 ribu menjadi Rp 25 ribu, ayam semula Rp 27 ribu naik jadi Rp 35 ribu. ‘’Di Ponorogo dan beberapa daerah lain, mitos akhir tahun sembako naik masih terjadi,’’ katanya.

Dia khawatir, gejolak harga bahan pokok ini membebani masyarakat. Karenanya, dia mengajak warga setempat mewujudkan Indonesia makmur dan berkeadilan. ‘’Mari bersama 117 hari lagi kita wujudkan kemakmuran dan keadilan di Indonesia, negara kita sendiri,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan itu Sandiaga sempat menyaksikan tempe Ponorogo yang tidak setipis kartu ATM. Harga tempe yang disebutnya berukuran seperti batu-bata itu naik seribu rupiah. ‘’Tempe di sini tidak tipis seperti kartu ATM, tapi tebal seperti batu bata. Tapi harganya tetap naik,’’ ungkapnya.

Sandiaga pun menyayangkan lemahnya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Menurutnya pemerintah belum dapat bersinergi baik dengan pelaku usaha. Dia pun berpendapat, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pertama, mengamankan pasokan kebutuhan di daerah. Itu berpengaruh terhadap ketersediaan bahan pangan dan harga. ‘’Pasokan kebutuhan pokok itu pertama yang harus dilakukan. Itu bagian dari strategi menjaga stabilitas harga pangan,’’ urainya.

Kedua, lanjut Sandiaga, menciptakan rantai distribusi kebutuhan pokok yang sederhana. Distribusi juga harus dijalankan dengan sistem terbuka. Pun, berasaskan keadilan untuk kepentingan masyarakat. ‘’Strategi itu yang sudah kami terapkan di Jakarta dan terbukti menstabilkan harga di sana,’’ imbuhnya.

Jika kedua strategi itu tidak diwujudkan dengan baik, tidak heran pembeli mengeluh. Pria yang akrab dipanggil Sandi itu juga menyapa abang becak daerah setempat. Dia pun senang hati memberikan kesempatan emak-emak wefie bersama. Sebelumnya, Sandi berkunjung ke Tegalsari dan Ponpes Gontor untuk ziarah. Selama dua hari dia bakal menghabiskan waktu di Bumi Reyog. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here