Madiun

Sampaikan Keberatan, Warga Oro-Oro Ombo Dimediasi Kelurahan

Lapak Wisata Dikhawatirkan Cemari Lingkungan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pembangunan lapak pusat UMKM yang dilewati jalur sepeda dan bus wisata di Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, melalui pembahasan alot. Sebanyak 15 warga yang rumahnya di sekitar lokasi pembangunan merasa keberatan. Akhirnya, pihak kelurahan mengundang warga untuk mediasi secara tertutup Rabu siang (16/9).

Titus Tri Wibowo, perwakilan warga, mengutarakan, sejatinya warga setuju dengan rencana pembangunan lapak pusat usaha mikro kecil menengah tersebut. Namun, keberadaannya dikhawatirkan mencemari lingkungan. ‘’Biasanya datang pedagang dari luar dan lingkungan jadi kumuh. Itu yang menjadi keberatan warga,’’ ujarnya.

Titus menegaskan tiga poin tuntutan. Mulai kebersihan dan keasrian lingkungan, bentuk lapak yang hendak dibangun, serta jaminan bahwa lapak untuk memberdayakan warga kelurahan setempat. Artinya, tidak ada pedagang dari luar masuk ke area tersebut. ‘’Resapan air juga harus diperhatikan. Karena di sini rawan banjir,’’ lanjutnya.

Kepala Kelurahan Oro-Oro Ombo Didik Srihadi menerima masukan warga. Dalam pembangunan transit jalur wisata itu terdapat tiga lapak, satu toilet, dan satu galeri seni. Lokasinya di belakang Tugu Obor yang langsung berhadapan dengan rumah warga. Sesuai kesepakatan, toilet dihilangkan diganti dengan lapak. Pun, bentuk lapak menyesuaikan dengan masukan warga yakni dibuat model gazebo. ‘’Untuk fasilitas toilet dapat menggunakan yang ada di kantor kelurahan. Di belakang kami berikan akses masuk untuk pengunjung. Kami jamin keamanannya,’’ kata Didik.

Pihaknya juga memastikan tidak ada pedagang dari luar. Lapak untuk memberdayakan UMKM di kelurahan setempat. Kelak, pengelolaannya diserahkan paguyuban, karang taruna, dan warga setempat. ‘’Sistem pengelolaannya seperti apa, kami bicarakan lebih lanjut. Yang jelas tidak ada pedagang dari luar dan bukan sistem perorangan,’’ tegasnya.

Didik menambahkan, kebersihan dan keasrian lingkungan bakal senantiasa terjaga. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan roda ekonomi warga setempat. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan lapak sebesar Rp 261,3 juta dari dana insentif daerah (DID) tambahan tahun ini.

Camat Kartoharjo Tjatoer Wahyudianto memastikan masukan dari warga bakal ditindaklanjuti. Dia menyebut rencana pembangunan sentra UMKM itu sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi berbasis lokal sebagaimana dicanangkan Wali Kota Madiun Maidi selepas pandemi. ‘’Masukan warga kami tampung, lalu dimusyawarahkan, dan warga menyetujui kesepakatan ini,’’ kata Tjatoer.

Warga juga meminta taman yang sudah ada diperbaiki. Tindak lanjutnya, Tjatoer telah memerintahkan kelurahan segera berkirim usulan ke dinas terkait. Diharapkan nantinya dapat menjadi satu paket dengan destinasi wisata. ‘’Mediasi berjalan lancar. Pembahasan sudah klir,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close