Magetan

Sampah Tak Perlu sampai TPA, Butuh Kesadaran Warga Kelola Limbah

MAGETAN, Radar Magetan – Pola pengelolaan sampah masyarakat menentukan jangka waktu operasional TPA baru. Sebab, luas lahan pembuangan akhir sampah baru nanti itu daya tampungnya nyaris sama dengan TPA Milangsari.

Karena itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Saif Muchlissun meminta masyarakat bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Dia berharap ada kepedulian warga dalam menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan begitu, volume TPA baru nanti tidak cepat overload.

‘’Kuncinya ada pada masyarakat yang peduli dan memilah sampah dulu sebelum dibuang. Jika tindakan seperti itu dilakukan, pasti (operasional TPA baru) akan bertahan lama,’’ kata Muchlis Selasa (19/11).

Pihaknya menyarankan masyarakat agar memilah sampah rumah tangga mereka sebelum dibuang ke TPA. Karena ada beberapa jenis sampah yang bisa diolah untuk kebutuhan lain. Misalnya, sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk kompos dengan bantuan black soldier fly (BSF).

Perlakuan sama diterapkan pada sampah nonorganik. Karena beberapa jenis sampah itu dapat didaur ulang. Serta, bisa menghasilkan rupiah. Untuk itu, pihaknya berupaya mengoptimalkan fungsi bank sampah. ‘’Usaha ini juga harus diimbangi dengan pengurangan penggunaan sampah plastik. Karena sampah sejenis itu kalau dibuang, proses penguraiannya butuh waktu lama,’’ terang Muchlis.

Jika masyarakat tidak cermat dalam mengelola sampah, Muchlis memperkirakan operasional TPA baru tak akan bertahan lama. Saat ini, TPA Milangsari yang mempunyai luas lahan 4,20 hektare itu sudah overload sejak dioperasikan 1995 lalu.

Selama itu, sistem pengelolaan sampahnya masih sebatas controlled landfill. Dengan volume sampah masuk 7,59 ton per hari. ‘’Jika TPA yang baru nanti tidak dipilah terlebih dahulu, ya akan cepat penuh lagi,’’ ujar pria yang juga menjabat kepala diskominfo itu.

Sebagai bentuk antisipasi, Muchlis mengaku bakal menerapkan metode pengelolaan sampah modern di TPA baru. Seperti pengelolaan sampah dengan menerapkan sistem sanitary landfill. Hanya, dia tak menampik volume sampah berpotensi meningkat. Kondisi itu ditunjang dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Saat ini, total penduduk Magetan ada 684.053 jiwa. Dari situ, potensi sampah yang dihasilkan mencapai 300 ton per hari. ‘’Setiap tahun mengalami peningkatan produksi sampah. Potensinya 0,4 ton dikalikan jumlah penduduk,’’ jelas mantan kabag humas dan protokol tersebut. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close