Sampah Dibakar, Lima Kios Berkobar

168

PONOROGO  – Aktivitas jual-beli di Pasar Pangkal, Sawoo, Kamis (12/7) sempat kacau. Itu terjadi setelah muncul kobaran api di salah satu bangunan pasar. Kencangnya tiupan angin membuat amuk si jago merah tidak terkendali hingga merembet ke sejumlah kios pedagang.

Total ada lima bangunan kios beserta isinya yang ludes dilalap api. Masing-masing milik Kateni, Katinatin, Triah, Suprihatin, dan Tutik. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, sumber api diduga dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah di dalam pasar oleh salah seorang pedagang sekitar pukul 12.30. Tiupan angin kencang di sekitar lokasi membuat percikan api dengan cepat membesar hingga menyambar kios lainnya di bagian samping dan belakang.

Ledakan keras sempat terdengar beberapa kali karena ada beberapa tabung gas di sejumlah kios yang juga terbakar. Ada kios sembako, aksesori, dan toko pakaian. ‘’Ludes semuanya. Kerugan kira-kira Rp 180 juta,’’ ujar Marudji, penjabat sementara (Pj) kepala Desa Pangkal kepada Radar Ponorogo.

Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat seadanya oleh pedagang dibantu warga. Tapi, api tak kunjung padam karena kencangnya tiupan angin. Sementara, petugas pemadam kebakaran baru tiba di lokasi sekitar pukul 13.20. Mereka baru berhasil memadamkan api 30 menit berselang.

Saat petugas sibuk memadamkan sisa-sisa api, beberapa pemilik kios tampak mengangkut barang dagangan yang bisa diselamatkan. Namun, beberapa pedagang lain yang berada tak jauh dari kios terbakar tetap melakukan kegiatan jual beli seperti biasa.

Kateni, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa api kali pertama merambat ke kiosnya. Melihat itu, dia langsung bergegas keluar kios dan berupaya memadamkan bersama sejumlah pedagang lain. Tapi, nyala api sudah telanjur membesar hingga melalap seluruh barang dagangannya berupa gulungan kain dan mesin jahit. ‘’Kalau saya rugi sekitar Rp 50 juta,’’ katanya.

Menurut Kateni, ini merupakan musibah kebakaran kali pertama sejak Pasar Pangkal dibangun pada 2008 silam. ‘’Ini sudah musibah, mau bagaimana lagi,’’ kata Kateni pasrah. (her/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here