Salah Semprot Obat, Tanaman Padi Kobong

467

NGAWI – Sebidang lahan padi di kawasan Dusun Keras Wetan II, Desa Keras Wetan, Geneng, itu terlihat mencolok. Bagaimana tidak, saat padi yang lain ijo royo-royo, tanaman di sawah milik Sri Sukarti itu malah kobong. Daun padi di lahan sekitar satu hektare itu seluruhnya menguning. ‘’Mungkin salah semprot obat,’’ kata Sri kemarin (28/1).

Sri mengungkapkan, pada 20 Januari lalu sekitar pukul 05.00, padi di sawahnya disemprot pestisida untuk memberantas hama belalang. Lima jam berselang setelah penyemprotan, tiba-tiba padi berubah menjadi kekuningan. ‘’Umur padi sekarang sudah dua bulan lebih,’’ ujarnya sembari menyebut sawahnya digarap salah seorang tetangganya.

Usut punya usut, si penggarap sawah menyemprot padi dengan meminjam semprotan listrik milik tetangga. Sri menduga, penyebab padi kobong lantaran adanya sisa pestisida pembasmi rumput dalam semprot listrik pinjaman tersebut. ‘’Katanya (si penggarap sawah, Red), obat yang dipakai saat nyemprot sudah benar obat walang,’’ sebutnya.

Kerugian akibat tragedi padi kobong tersebut ditaksir mencapai Rp 4 juta lebih. Kendati begitu, Sri maupun si penggarap sawah masih berharap padinya bisa normal kembali. Sesaat setelah kobong, padi disemprot dan dipupuk untuk memulihkan kondisi. ‘’Ini sudah mulai agak hijau daripada sebelumnya. Moga-moga masih bisa panen,’’ harap Sri. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here