Salah Sasaran, Dua Remaja Jadi Bulan-bulanan

743

PONOROGO – Pelajaran penting bagi orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anaknya. Terutama mereka yang masih berstatus pelajar. Belakangan, dua remaja menjadi korban pengeroyokan hingga babak belur.

Tegar Pamungkas, 17, dan Riyan Muhammad Mughini, 16, mengalami luka cukup serius. Ironisnya, kedua korban asal Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo, itu tidak tahu persis latar belakang pengeroyokan yang dialaminya.

Nahas berawal saat keduanya nongkrong di depan gedung DPRD Ponorogo pukul 03.00, Minggu dini hari (6/1). Tiba-tiba keduanya didatangi sekelompok pemuda tak dikenal. Orang tersebut mengajak Tegar menuju alun-alun. Spontan, keduanya menolak, tapi dipaksa. Di alun-alun, sudah ada tiga orang yang menunggu. Ketiganya adalah Septian Risky Dwi Saputro, 24, warga Kelurahan Tonatan; Jonathan Febriansyach, 24, warga Desa Sumberejo, Kandat, Kediri; dan Al Fatah, warga Desa Beton, Siman, Ponorogo, yang masih dalam pencarian.

Tegar diinterogasi karena dituduh telah menghina adik salah satu pelaku. Tegar yang merasa tidak mengenal orang yang dimaksud menjawab tidak pernah melakukan itu.  Jawaban itu membuat ketiga pelaku yang sedang mabuk naik pitam. Ketiganya langsung memukul Tegar. Korban sempat dihantam paving. Seorang dari tiga pelaku kemudian menjemput Ryan yang masih di tempat nongkrong. Lantaran aksi ketiga pelaku mengeroyok Tegar diketahui orang-orang di lokasi, kedua korban dibawa menuju jembatan Sekayu. Ketiga pelaku yang belum puas melampiaskan amarahnya, memaksa kedua korban turun ke sungai. Keduanya dihajar habis-habisan di tepi sungai. Bahkan, sampai dilelep-lelepkan ke sungai sebelum dipukul menggunakan sebilah bambu. Setelah puas menghajar, ketiga pelaku membawa kedua korban pulang. Keduanya diturunkan di dekat rumah sebelum akhirnya ditinggal pergi. Tegar menderita luka lebam di wajah, bibir sobek, dan pelipis kanan mengeluarkan darah. Sementara Ryan menderita memar di mata sebelah kiri, hidung bengkak, bibir robek. Oleh keluarga, keduanya langsung dilarikan ke RSU Muhammadiyah. Juga, langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat. ‘’Langsung kami amankan pelaku,’’ kata Kanit Reskrim Polsekta Ponorogo Ipda Rosyid Effendi.

Polisi berhasil menangkap Septian dan Jonathan di rumahnya masing-masing. Sementara Al Fatah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Rosyid menjelaskan bahwa kejadian tersebut dilatarbelakangi kesalahpahaman. ‘’Jadi, salah orang. Pelaku menghajar orang yang dikira menghina adik pelaku,’’ ujarnya.

Rosyid memastikan, ketiga pelaku saat itu dalam pengaruh minuman alkohol. Karenanya, hilang kesadaran hingga nekat melakukan tindakan di luar nalar. Atas perbuatan itu, ketiga pelaku melanggar pasal 170 KUHP. ‘’Terancam penjara paling lama lima tahun enam bulan,’’ tuturnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here