Sah, Tes CPNS Kabupaten Madiun di Kota

1268

MEJAYAN – Pemkab Madiun dipastikan tidak akan jadi tuan rumah tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Sebab, lokasinya sudah sah di Wisma Haji Kota Madiun. Partisipasinya sebatas menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang kebutuhan para peserta ujian asal Kabupaten Madiun.

Itu merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) di Surabaya Jumat lalu (14/9). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun selaku penyelenggara diundang Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya. ‘’Hasilnya sudah dirapatkan dengan BKD se-eks Karesidenan Madiun,’’ kata Kepala BKD Kabupaten Madiun Endang Setyowati Minggu (16/9).

Menurut Endang, teknis penyelenggaraan seleksi ditangani langsung oleh BKD Kota Madiun. Pihaknya sebatas mengikuti arahan sebagaimana yang ditentukan BKN. ‘’Rapat Jumat lalu di Surabaya yang diundang hanya perwakilan daerah yang ditunjuk sebagai penyelenggara,’’ ujarnya.

Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin membenarkan telah ditunjuk sebagai penyelenggara tes seleksi CPNS dari Madiun Raya. Menurut dia, BKN menilai Wisma Haji Kota Madiun paling representatif karena memadai untuk menampung banyak peserta tes. ‘’Bisa menampung ribuan,’’ katanya sambil menyebut ada enam zona seleksi CPNS di Jatim.

Haris telah menyampaikan teknis yang perlu disiapkan daerah terkait seleksi berbasis computer assisted test (CAT). Komponen ujian CPNS terbagi menjadi dua kewenangan. Akses internet dan peranti komputer disediakan pemerintah pusat. Sedangkan tanggung jawab daerah menyediakan sarpras seperti meja dan kursi. ‘’Jadi, anggaran pemkab dan pemkot difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan sarpras itu,’’ ujarnya.

Kemen PAN-RB dan panitia seleksi nasional (panselnas) telah menentukan jadwal tentatif pelaksanaan seleksi CPNS. Pengumuman formasi dan pendaftaran dibuka Rabu (19/9) lewat website resmi. Sedangkan ujian tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (BKD) dilaksanakan bulan depan.

Haris mengungkapkan, waktu pelaksanaan seleksi enam daerah di Wisma Haji dilakukan bergiliran. Lamanya bervariasi antara satu daerah dengan lain bergantung jumlah pendaftar. ‘’Estimasinya adalah semakin banyak jatah formasi, pesertanya jauh lebih banyak,’’ urai Haris sembari menyebut daerah dengan jatah 300-an kursi diprediksi bisa berlangsung tiga hari.

Haris menambahkan, selain menyiapkan sarpras, daerah juga membentuk panitia seleksi daerah (panselda). Mereka berwenang menyiapkan keperluan ujian dan mengkroscek ulang para peserta asal daerah masing-masing. ‘’Sebelumnya sudah diverifikasi secara online. Panselda memverifikasi riilnya,’’ paparnya. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here