AdvertorialPacitan

Sah, Heruwi Gantikan Sukowi Jadi Sekda Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan tidak sampai kosong. Bersamaan purnatugas Suko Wiyono (Sukowi) Jumat (1/11), kursi itu langsung diisi Heru Wiwoho “Heruwi” Supadi Putro yang sebelumnya menjabat Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pacitan.

Bupati Pacitan Indartato mengatakan pengisian jabatan sekda menggunakan 10 azas penyelenggaraan pemerintahan. Salah satunya taat hukum. Sehingga panitia seleksi (pansel) diminta menjadikan aturan yang ada sebagai dasar sejak tahapan awal. Yakni, UU Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pansel pun melibatkan Pemprov Jatim yang diketuai badan kepegawaian daerah (BKD). Anggotanya, badan kepegawaian nasional (BKN), ahli dari perguruan tinggi, sekda dan lainnya. Hasil seleksi muncul tiga nama. Heruwi dipilih sesuai perankingan skor dari pansel. Pun direstui Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). ‘’Sebenarnya bebas mau pilih nomor satu, dua atau tiga. Kami hargai kerja Pansel yang memilih peserta dengan skor tertinggi. Yakni Heru Wiwoho,’’ katanya.

Pak In, sapaan Indartato, menyebut tugas sekda ibarat juru masak. Yakni meracik pemerintahan agar berjalan baik. Pun sesuai harapan masyarakat. Dalam tugasnya membantu bupati, sekda harus memiliki peran dan mampu memimpin ASN Pemkab Pacitan. Salah satunya pencapaian rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang dituangkan dalam Perda Nomor 5/2016. ‘’Wajib hukumnya untuk dicapai. Meliputi WTP (wajar tanpa pengecualian, Red), angka kematian bayi, angka kematian ibu dan mengurangi angka kemiskinan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Heruwi berjanji bakal melanjutkan tugas Sukowi. Termasuk mempertahankan WTP yang diraih lima kali berturut-turut dengan berkonsultasi pada seniornya itu. Dia pun bakal berkoordinasi dengan seluruh organiasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam pengelolaan keuangan dan aset agar tertib administrasi.

Pun memanfaatkan inovasi Aplikasi Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Pacitan (Lik In). ‘’Sedangkan angka kemiskinan tetap ditekan dengan program Grindulu Mapan. Terpadu dengan program pemerintah pusat dan provinsi,’’ bebernya. (odi/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close