Ngawi

Sadis, Ayah Aniaya Anak Balitanya hingga Tewas

Sebelumnya Terlibat Cekcok dengan Istri

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Entah apa yang merasuki M. Juniarto. Pria 31 tahun itu tega menganiaya Andini Ayu Ningtyas, anaknya yang baru berusia lima bulan, hingga tewas. Bayi tersebut diduga menjadi sasaran pelampiasan kemarahan Juniarto usai terlibat cekcok dengan istrinya.

‘’Kami sudah lakukan pemeriksaan dan ayahnya mengakui bahwa dirinya yang melakukan (penganiayaan terhadap Andini),’’ ujar Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Tragedi tersebut berawal saat Andini dibawa Juniarto berkunjung ke rumah Sofiah, 52, nenek korban, di Dusun Ngantru, Ngawi Purba, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Minggu pagi (3/11). Namun, sampai di rumah sang nenek, Andini rewel dan beberapa kali menangis.

Hal itu membuat Juniarto jengkel dan melayangkan beberapa pukulan ke beberapa bagian tubuh korban. Di antaranya, dahi, kepala belakang, pelipis, punggung, dan mata. Puas melampiaskan amarah, Andini lantas diserahkan kepada Sofiah. ‘’Dugaan sementara korban ada permasalahan rumah tangga dengan istrinya hingga menjadikan sasaran pelampiasan kemarahan,’’ papar Natal, sapaan akrab Pranatal Hutajulu.

Sofiah yang mendapati cucunya batuk dan beberapa kali tersedak lantas membawa Andini ke UGD puskesmas setempat. Namun, sang cucu akhirnya mengembuskan napas terakhir beberapa saat setelah mendapat perawatan.

Petugas medis yang melihat adanya kejanggalan kemudian melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban. Hasilnya, didapati beberapa luka lebam diduga akibat pukulan. ‘’Berdasarkan pengakuan tersangka, korban dianiaya menggunakan tangan kosong, rapi masih kami dalami lebih lanjut,’’ papar Natal.

Sofiah mengaku sempat memandikan Andini sekitar pukul 07.00 sebelum meninggal. Saat itu dia mendapati dua luka lebam sebesar jari telunjuk di dahi korban. ‘’Tapi, saya kira hanya luka akibat terjatuh bermain,’’ ujar Sofiah,

Usai memandikan korban, Sofiah lantas ke dapur menyiapkan sarapan. Kala itu, Andini ditinggal bersama ayahnya. Sofiah mengaku tak mengetahui secara pasti apa yang dilakukan Juniarto kepada cucunya saat itu. Sekitar pukul 08.00 korban beberapa kali tersedak dan langsung dilarikan ke Puskesmas Ngawi Purba. ‘’Katanya (Juniarto, Red) tersedak ludah sendiri,’’ imbuhnya.

Sofiah tak mengetahui pasti permasalahan anaknya dan mantunya yang bernama Dwi Rahayu. Usai menikah, lanjut dia, Juniarto tinggal di rumah istrinya di Dusun Konten, Tawun, Kasreman. ‘’Bekerja sebagai sopir truk. Jarang pulang ke rumah. Kadang seminggu sekali, kadang dua minggu,’’ katanya.

Sementara itu, pantauan Radar Ngawi, Aninda dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Ngawi Purba. Didampingi beberapa petugas kepolisian, Juniarto mengikuti prosesi pemakaman. Pria itu maupun istrinya tak mengeluarkan sepatah katapun dan lebih sering menunduk.

Usai pemakaman, Juniarto dan Dwi Rahayu langsung dibawa ke polsek setempat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.  (gen/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close