Madiun

Sabtu-Minggu Tambah Delapan Kasus, Balita Satu Tahun Positif Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman sebaran Covid-19 dari klaster keluarga semakin kentara. Penambahan per Sabtu-Minggu (29-30/8) mencapai delapan kasus. Satu kasus di antaranya menjangkiti balita berusia 1,3 tahun.

Balita berinisial AM itu berasal dari Winongo, Manguharjo. Tercatat sebagai pasien nomor 71. Kontak erat dengan keluarganya yang merupakan kasus konfirmasi sebelumnya. Yakni pasien nomor 39, 50, 51, dan 52 yang telah sembuh terlebih dahulu.

Kabid Pengelolaan TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah mengungkapkan, AM memang tinggal satu rumah dengan pasien terkonfirmasi. Namun, begitu pasien nomor 39 terkonfirmasi positif pada 24 Agustus, mereka tinggal terpisah. ‘’AM tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Tanpa gejala, dan saat ini isolasi mandiri di rumah,’’ terangnya.

Klaster keluarga juga menyebar ke pasien nomor 72 dan 73 yang merupakan keluarga asal Demangan, Taman. Keduanya kontak erat dengan pasien nomor 61 yang juga masih satu keluarga terkonfirmasi pada 23 Agustus lalu. Pasien nomor 72 berinisial FAP, laki-laki 11 tahun. Sedangkan pasien 73 berinisial FDKW, perempuan 20 tahun. Pun termasuk kasus konfirmasi asimtomatik. ‘’Saat ini juga menjalani isolasi mandiri,’’ lanjut Aflah.

Pasien nomor 74 berinisial AW, perempuan 42 tahun asal Ngegong, Manguharjo. Sempat menjalani demam, pusing, dan nyeri telan sejak beberapa hari lalu. Setelah periksa ke salah satu RS swasta di Kota Madiun, kondisi kesehatan tidak kunjung membaik. Selanjutnya kembali memeriksakan diri dan menjalani rapid test antibody dengan hasil reaktif. ‘’Dirujuk ke RSUD dr Soedono dan menjalani swab test dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19,’’ bebernya.

Saat ini AW menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD dr Soedono. Dari hasil tracing, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Namun, sang suami bekerja di Sidoarjo dan biasa pulang setiap pekan sekali. Seluruh kontak erat telah dilakukan rapid test antibody, hasilnya nonreaktif. ‘’Kontak erat menjalani isolasi mandiri dengan kondisi tanpa keluhan,’’ papar Aflah.

Empat kasus baru yang diumumkan Minggu (30/8) yakni pasien nomor 75-78. Pasien nomor 75 berinisial DHP, laki-laki 24 tahun asal Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo. Kasus ini merupakan klaster kantor yang merupakan kasus kontak erat teman satu perusahaan. Yakni pasien nomor 70 asal Mojorejo, Taman, yang terkonfirmasi Jumat lalu (28/8). ‘’Sempat mengalami keluhan tidak enak badan dan nyeri tenggorokan. Tapi kondisinya membaik,’’ jelasnya.

DHP menjalani rapid test antibody masal di perusahaannya setelah ditemukan kasus dari klaster perkantoran itu. Dua kali menjalani rapid test antibody dengan selisih waktu sepekan, hasilnya reaktif. Dilanjutkan swab test dengan hasil konfirmasi positif Covid-19. ‘’Isolasi mandiri, dengan kondisi saat ini tanpa gejala dan keluhan,’’ imbuh Aflah.

Klaster perkantoran lainnya menjangkiti pasien nomor 76 berinisial D, laki-laki 55 tahun asal Nambangan Kidul, Manguharjo. D kontak erat dengan kasus konfirmasi nomor 39 yang merupakan kasus pertama dari keluarga, termasuk seorang bayi pasien nomor 71 di Kelurahan Winongo, Manguharjo. D juga kontak erat dengan pasien nomor 43 asal Josenan, Taman. Pun kontak erat dengan pasien nomor 61 asal Demangan, Taman.

D rapid test antibody dengan hasil nonreaktif. Sebelumnya demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan, kemudian memeriksakan diri ke klinik kantornya. Setelah pegawai tempatnya bekerja terkonfirmasi positif, D menjalani rapid test antibody ulang dengan hasil reaktif. Kemudian dirujuk ke salah satu RS Kabupaten Madiun dan dilakukan swab test dengan hasil konfirmsi positif Covid-19. ‘’Diisolasi di rumah sakit dengan kondisi tanpa keluhan,’’ urainya.

Pasien nomor 77 berinisial DK, laki-laki 56 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Taman. Merupakan kontak kasus konfirmasi Kabupaten Magetan. Pasien ini juga tergolong klaster perkantoran karena tertular dari tempatnya bekerja. DK menjalani skrining masal setelah salah satu pegawai di tempatnya bekerja terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil swab test terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Saat ini isolasi mandiri dan tidak ada keluhan maupun gejala,’’ tambah Aflah.

Terakhir, pasien nomor 78 berinisial GAB, laki-laki 53 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Taman. Sempat mengeluh batuk, sesak, lemas, dan kehilangan nafsu makan beberapa hari. Kondisinya tidak membaik setelah berobat ke klinik di Kota Madiun. Selanjutnya dirujuk ke RSUD dr Soedono dan dilakukan swab test dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Saat ini menjalani isolasi di RSUD dr Soedono Madiun,’’ terangnya.

Kasus ini berpotensi menjadi transmisi lokal. Sebab, dari hasil tracing, pekerjaan yang bersangkutan mengharuskan keliling Kota Madiun. Kontak erat telah menjalani rapid test dan isolasi mandiri dengan kondisi tanpa keluhan.

Pada sisi lain, tingkat kesembuhan tidak sebanding dengan penambahan kasus baru. Dua hari pasien yang dinyatakan sembuh tiga orang yang merupakan kasus konfirmasi pada 19 Agustus lalu. Yakni pasien nomor 51 berinisial DF, perempuan 28 tahun asal Winongo, Manguharjo, dinyatakan sembuh Sabtu lalu. Dua pasien lain merupakan satu keluarga asal Josenan, Taman, dinyatakan sembuh kemarin. Yakni pasien nomor 53 berinisial S, perempuan 77 tahun, dan pasien nomor 54 berinisial ACA, laki-laki 18 tahun. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close