Saatnya Industri Kreatif Bangkit

100

MADIUN – Gemerlap catwalk pada Gebyar Batik dan Fashion Show yang digelar Pemkot Madiun Sabtu lalu (6/5) tak ubahnya ’’wahana’’ bagi insan kreatif. Khususnya yang bergerak di industri tekstil. ‘’Kami tantang masyarakat terus berkreasi. Ini merupakan upaya untuk nguri-uri batik sebagai budaya yang adiluhung,’’ kata Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR).

Gebyar Batik dan Fashion Show yang digelar Sabtu lalu merupakan event perdana. Tak kurang dari tujuh UMKM batik dilibatkan. Selain memamerkan produk, mereka juga terlibat dalam fashion show. Modelnya, total ada 110 peserta dari tiga kategori. Tak terkecuali SR beserta istri Sri Ismah Sugeng Rismiyanto, Wawali Armaya, Pj Sekda Rusdiyanto beserta istri Endang Purnomowati Rusdiyanto, serta Ketua DPRD Istono dan istri Esti Nurhayati Istono. Mereka juga ikut melangkah di atas catwalk memamerkan busana khas Kota Madiun.

SR menginginkan Gebyar Batik dan Fashion Show dapat berdampak luas. Banyak para pelaku UMKM yang akan terdongkrak. Berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta mendukung kebangkitan UMKM tersebut. Selain pelatihan, SR juga menekankan pentingnya support promosi di berbagai tingkatan, dari kota, provinsi, sampai nasional. ’’Ada interelasi atau keterpaduan antara berbagai sendi usaha mikro,’’ kata SR.

SR juga mendorong digelarnya event kebudayaan untuk memaksimalkan kekayaan seni dan budaya khas Kota Madiun. Satu event yang dia inginkan bertajuk Madiun Carnival. Mantan Rektor Unmer Madiun itu mengklaim telah memerintahkan disbudparpora menggodok event tersebut. Tak sekadar merayakan hari jadi Kota Madiun yang ke-100, melainkan sebagai destinasi wisata baru. ‘’Wujudkan Madiun Kota Karismatik dalam bentuk karnival. Kami ingin karnival yang wow,’’ tegasnya.

Kepala Disbudparpora Agus Purwowidagdo menyebut event Gebyar Batik dan Fashion Show telah sesuai ekspektasi pihaknya. Dari sisi partisipasi hingga animo masyarakat. Ke depan, Agus berjanji bakal berupaya meningkatkan partisipasi serta kelas event tersebut. ‘’Kelas Gebyar Batik dan Fashion Show akan terus ditingkatkan. Event ini tidak akan berhenti hanya sekali di tahun ini,’’ ujarnya.

Agus menyebut upaya lain yang dilakukan pihaknya. Disbudparpora tahun ini mendaftarkan sedikitnya 12 motif batik khas Kota Madiun di Kemenkumham. Hak paten penting untuk menjaga batik Kota Madiun dari upaya plagiasi. Pun, tantangan SR menggelar Madiun Carnival juga terus digodok. Sementara, tajuk event direncanakan dengan nama Karismatik Festival. ‘’Ini masih terus kami matangkan,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here