Rumah Terbakar, Puluhan Ayam dan Tiga Kambing Mati Terpanggang

167

PONOROGO  – Soeran tidak menyangka rumahnya terbakar sekitar pukul 09.15. Warga Kelurahan Purbosuman itu pun bergegas pulang meninggalkan sawah yang tengah digarapnya, kemarin (6/12).

Begitu melihat mobil pemadam kebakaran (PMK) di depan rumahnya, kakek 61 tahun itu pun berusaha masuk. Untuk menyelamatkan ternak di belakang rumahnya.  ‘’Tetapi di dapur dan kandang berkobar hebat,’’ kata Soeran.

Kebakaran itu tersebab Sri Atun, istri Soeran hendak memasak. Tak dinyana, kudapan yang disiapkan untuk bekal suami ke sawah itu menjadi sumber masalah. Sri Atun yang memasak menggunakan kayu bakar itu sempat meninggalkan rumah untuk mempersiapkan dagangan soto di warung tepi jalan raya. ‘’Saya gak tahu sama sekali bagaimana kejadiannya,’’ lanjutnya.

Api dari kayu bakar menyambar seisi dapur hingga berkobar hebat. Bahkan atap dapur tak bersisa. Si jago merah juga merambat ke kandang yang ada di belakang dapur. Puluhan ayam dan tiga kambing terpanggang hidup-hidup. ‘’Hanya seekor kambing yang bisa diselamatkan,’’ tegasnya.

Api yang berkobar hebat juga mengancam keberadaan lima rumah yang ada di dekatnya. Lokasi yang saling berdempetan membuat api mudah merembet ke rumah lain. ‘’Upaya kami fokus agar api tidak merembet ke rumah di sekitarnya,’’ kata Kasatpol PP Ponorogo Supriyadi.

Petugas gabungan dari polsek, koramil, satpol PP, BPBD, dibantu warga setempat berjibaku memadamkan. Lokasi rumah yang saling berdempetan cukup menyulitkan pemadaman. Kobaran api sampai merembet atap rumah tetangga di bagian belakang. ‘’Untungnya, api dapat kami lokalisir,’’ tegasnya.

Beruntung pula, kobaran api tidak sampai merembet ke rumah induk di depan dapur. Sementara kobaran yang mengancam rumah di sekitarnya berhasil dipadamkan tiga puluh menit berselang. Petugas juga disibukan menyelamatkan hewan ternak milik korban. ‘’Sulit karena rumahnya gandeng dengan kandang,’’ tuturnya.

Dapur rumah, kandang, dan puluhan ternak hangus dilalap api. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 Juta. Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau agar warga berhati-hati terhadap sumber api yang berpotensi menyebabkan kebakaran. ‘’Meskipun sekarang musim penghujan, kebakaran tetap mengancam,’’ sambungnya.

Supriyadi menyebut kebakaran ini kejadian kelima yang disebabkan tungku perapian yang ditinggalkan menyala pemilik rumah. Karena itu, dia meminta warga agar tidak meninggalkan rumah jika sedang memasak. ‘’Kompor risikonya sama ketika lupa dimatikan,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here