Rumah Mantan Lurah Pelem Hangus Terbakar

200

NGAWI – Santoso, 61, ketiban apes. Rumah mantan lurah Kelurahan Pelem, Ngawi, itu ludes terbakar. Kebakaran yang menimpa rumahnya di RT 07 RW 02 kelurahan setempat itu terjadi Selasa (15/1) sekitar pukul 16.00. Amuk si jago merah berlangsung bersamaan dengan hujan. ’’Saya salat Asar di masjid saat kejadian,’’ kata Santoso.

Sejatinya, tanda-tanda kebakaran sudah dirasakan Santoso sesaat sebelum terjadi. Dia mengaku sempat mencium bau gosong dari televisi di salah satu kamar. Mengetahui hal tersebut, Santoso segera melakukan tindakan. Colokan kebel televisi dicopot dan sejumlah sakelar di ruangan dia matikan. Sejurus kemudian, Santoso lantas bergegas ke masjid kelurahan setempat. ’’Setelah salat, saya dipanggil cucu. Katanya televisinya kobong,’’ ujar Santoso.

Mendengar pemberitahuan cucunya tersebut, Santoso segera pulang. Apa yang dikatakan si cucu benar adanya. Mata Santoso terbelalak melihat kepulan asap dari atap salah satu kamar. Spontan dia lantas melakukan pemadaman dengan peranti ala kadarnya sembari berteriak minta tolong. ‘’Saya langsung masuk cari ember dan berusaha mematikan api. Beberapa warga datang ke sini membantu,’’ terangnya.

Sejumlah warga setempat berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Beberapa di antaranya membantu mengeluarkan perabot rumah tangga yang bisa diselamatkan. Sayang, kediaman mantan lurah Kelurahan Pelem tersebut tidak luput dari kobaran api. Sayang, guyuran hujan dan upaya penyelamatan warga tidak bisa menyelamatkan rumah Santoso dari amukan si jago merah. ‘’Dua mobil pemadam kebakaran datang ke sini tadi,’’ kata Salim Prayono, ketua RT setempat.

Dua unit mobil damkar memang datang ke lokasi kebakaran. Namun, salah satunya tidak bisa dioperasikan. Satu mobil damkar tidak menyemprotkan air ke titik kobaran api. Terkait kondisi yang demikian itu, Salim dan sejumlah warga di lokasi kejadian menyayangkannya. ‘’Dua pemadam datang ke sini. Yang satu tidak bisa digunakan, tidak tahu kenapa. Mestinya disiapkan dulu sebelum bertindak,’’ ujarnya.

Sesaat setelah api berhasil dipadamkan, aparat kepolisian setempat melakukan olah TKP. Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib mengungkapkan, diduga kebakaran terjadi karena korsleting. Yakni, sejumlah perangkat listrik di salah satu kamar yang sebelumnya sempat tercium bau gosong. Sementara, kerugian yang diakibatkan dari kebakaran ditaksir senilai Rp 60 juta. ’’Karena korsleting. Satu buah stopkontak dan seutas kabel serabut yang mengelupas karena terbakar diamankan sebagai barang bukti,’’ kata Indra. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here