RSUD Kota Madiun Upgrade Pelayanan

109

MADIUN – Layanan untuk orang sakit di RSUD Kota Madiun semakin mudah. Pasien tidak perlu lagi repot-repot membawa banyak berkas riwayat kesehatan. Sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM-RS) membuat proses administrasi semakin sederhana.

Sistem tersebut baru beroperasi pada 2019. Sistem berbasis data komputer itu berisi informasi pasien secara terperinci. Mulai riwayat sakit, periksa, hingga tindakan yang pernah didapat.

Selama ini, pasien kerap direpotkan oleh berbagai persyaratan administratif yang njelimet. Belum lagi kalau ada berkas yang hilang. Misalnya, hasil laboratorium. Selain harus menjalani cek ulang, pasien harus menambah biaya. ’’Sekarang lebih mudah dan simpel,’’ ujar Kabid Pelayanan Medik RSUD Kota Madiun Denik Wuryani kemarin (24/4).

Menurut dia, sistem informasi terpadu tersebut mempermudah pelayanan di rumah sakit. Pasien yang datang akan langsung terdata. Begitu data masuk, sistem secara otomatis menentukan tujuan pasien berobat. Bisa ke poli umum, spesialis, atau radiologi. ’’Sudah terintegrasi ke semua ruangan,’’ jelasnya.

Denik menyatakan, banyak keuntungan dengan sistem tersebut. Salah satunya, pasien yang pernah menjalani rawat inap atau sekadar periksa akan tercatat dalam satu induk data. Jadi, ketika pasien tersebut kembali datang, riwayatnya masih tersimpan.

Selain riwayat pasien, sistem tersebut berisi program keuangan rumah sakit. Sistem pembayaran lebih mudah dan transparan. ’’Itu sekarang sedang dikembangkan,’’ kata Denik.

Dia menambahkan, bukan hanya pasien yang dipermudah. Dokter yang menangani juga bisa mendapat informasi lebih lengkap. Baik riwayat pasien maupun tindakan yang pernah diberikan. ’’Dengan demikian, tindakan lanjutan bisa lebih tepat sasaran,’’ terangnya.

Hanya saja, karena saat ini prosesnya sedang di upgrade tak menutup kemungkinan terjadi kendala dalam pelayanan sementara kepada pasien. Karena adanya SIM-RS, para petugas rumah sakit harus beradaptasi dan mempelajari sistem tersebut. ‘’Sehingga, kami mohon maaf kepada pasien maupun keluarga pasien apabila terdapat pelayanan yang belum maksimal. Tapi, itu semata-mata karena adanya proses upgrade pelayanan yang ke depannya dapat memudahkan pasien,’’ terang Denik. (her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here