RSUD Kota Madiun Terus Tingkatkan Pelayanan

24

MADIUN – Kenyamanan dan kepuasan warga Kota Karismatik di RSUD Kota Madiun menjadi tolak ukur pelayanan rumah sakit. Kuncinya ada di pelayanan sepenuh hati dan profesional dari karyawan dan tenaga medis.

Data yang  dihimpun Radar Madiun RSUD Kota Madiun setiap harinya menerima 600 pasien dari wilayah Madiun. Meski  berlabel rumah sakit pelat merah milik pemkot, tidak sedikit pasien yang berobat berasal dari luar Kota Madiun. Semua mengakui pelayanan rumah sakit Kota Madiun dianggap lebih baik dibandingkan rumah sakit daerah lainnya. Salah satu faktornya adalah kualitas pelayanan. Itu karena seluruh karyawan dan tenaga medis paham betul dengan pedoman kerja mereka sebelum bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Seperti pantauan Radar Madiun Kamis (4/4) lalu. Bertempat di lantai III RSUD Kota Madiun, sebanyak 16 orang mendapatkan asupan materi selama hampir delapan jam. Mereka adalah tenaga baru  RSUD Kota Madiun yang berstatus masih CPNS. Sedikitnya ada delapan materi dasar wajib dikuasai (lihat grafis, Red). ’’Semua pegawai baru di tahun 2019, orientasi seperti ini rutin kami laksanakan. Tidak hanya tenaga medis, tenaga kebersihan juga menerima materi, sampai mahasiswa pendidikan sebelum praktik dapat materi ini untuk bekal kerja,’’ kata Kasubag Kepegawaian RSUD Kota Madiun Wahju Widodo sembari menyebut orientasi umum dan khusus ini berlangsung selama dua hari, 4-5 April.

Orientasi hari kedua, kata dia,  lebih banyak menerima praktik langsung dengan media manekin. Menggunakan alat khusus yang sudah dipersiapkan oleh rumah sakit. Sejatinya, orientasi umum dan khusus sudah menjadi bagian dari standard operating procedure (SOP) setiap rumah sakit.

Hanya saja, di RSUD Kota Madiun memperdalam materi tersebut secara berkelanjutan yang dinamakan dengan diklat harian. Nah, karyawan RSUD Kota Madiun juga mendapatkan pendalaman materi setiap hari Senin, Selasa dan Rabu selama dua jam. ’’Diklat harian itu katakanlah adalah terobosan kami. Ini akan berlangsung sampai Juli. Jadi, karyawan baru mendapat orientasi, karyawan lama mendapat pendalaman materi, secara bergantian terjadwal itu,’’ bebernya.

‘’Paling tidak mereka sudah paham betul dengan apa yang akan dilakukan di ruang kerjanya, bagaimana komunikasi dengan pasien, ini untuk meminimalisir kesalahan dan pelayanan yang lelih baik,’’ imbuh Wahju.

Untuk menguji tingkat pengetahuan mereka dilakukan evaluasi hasil post test. Jadi sebelum menerima materi, masing-masing diminta untuk mengisi puluhan butir pertanyaan yang dinamakan pre test. Usai pelaksanaan orientasi mengisi kembali lembaran post test. ‘’Ini untuk melihat peningkatan pengetahuan mereka kenaikannya berapa persen, habis ini (irientasi) mulai Senin mereka orientasi ke lapangan,’’ paparnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here