RSUD dr Soedono Resmi Operasionalkan IGD Gedung TC

99

MADIUN – Pekerjaan gedung Trauma Center (TC) RSUD dr Soedono terus dikebut. Dari sembilan lantai yang dibangun, tahun ini untuk lantai 1 sudah difungsikan. Pihak rumah sakit mulai mengoperasionalkan lantai 1 untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD). ’’Hari ini (kemarin, Red) kami resmikan, jadi yang diresmikan bukan gedung Trauma Center, tapi lantai 1 untuk IGD,’’ ujar Direktur RSUD dr Soedono, dr. Bangun Trapsila Purwaka Sp.OG(K), M.Kes.

Bangun menambahkan, IGD baru dianggap lebih representatif dan memadai untuk menampung kebutuhan pasien. Di IGD ini ada 34 ranjang pasien yang telah dipasang.  Kendati hanya 34 unit, tidak perlu kawatir jika terjadi lonjakan pasien. Sebab, space yang ada memadai untuk menampung pasien. ’’IGD baru sarprasnya lebih manusiawi, di sana (IGD lama, Red) uyel-uyelan,’’ terangnya.

Bangun mengatakan, RSUD dr Soedono juga memperbaiki sistem traise IGD di gedung TC. Ada beragam sistem traise dunia yang menjadi rujukan sejumlah rumah sakit di Indonesia. Untuk hal ini, RSUD dr Soedono memilih menerapkan sistem Australian Triage Scale (ATS), adopsi dari Australia. Sistem ini mengelompokkan pasien berdasarkan kondisi pasien ketika masuk ke ruang perawatan IGD. Dalam ruang ini terdapat beberapa kode warna sesuai kondisi pasien. Seperti merah, kuning, hijau. ’’Tidak sama persis dengan sistem ATS, ada modifikasinya,’’ jelasnya.

Bangun berharap, masyarakat mengerti kode warna ini. Sebab, tindakan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Semisal, ketika pasien datang oleh petugas medis diletakkan di ruangan warna hijau. Artinya, kondisi pasien tidak segawat di ruangan berwarna merah. ‘’Ini yang perlu kami sadari untuk warga Madiun,’’ imbuhnya.

Lanjutnya, tahun ini pihak RSUD dr Soedono rencananya akan membangun empat lantai. Di antara semua lantai tersebut yang menyedot anggaran paling banyak adalah kamar operasi. Satu kamar operasi setara dengan harga lima unit rumah. Padahal, rencananya, akan membangun tujuh unit kamar operasi. ’’Itu bisa jadi real estate sendiri. Mudah-mudahan tahun depan dapat bantuan dana dari pemprov,’’ bebernya.

‘’Karena dapat arahan dari beliau (Wakil gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Red),  RSUD dr Soedono harus memberikan pelayanan yang terbaik. Karena RSUD dr Soedono representatif RS provinsi, khususnya untuk Jatim barat bagian selatan,’’ terangnya.

Salah satu program andalan pasangan Khofifah-Emil dalam Nawa Bhakti Satya adalah memperkuat RS provinsi di Madiun. Sehingga diharapkan tahun depan, rumah sakit berplat merah ini mendapatkan bantuan dana dari pemerintah  provinsi untuk pembangunan sarana dan prasarana yang lebih baik. (mg2/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here