Madiun

RSUD dr Soedono Lanjutkan Pembangunan Gedung Trauma Center

MADIUN – Proyek pembangunan gedung Trauma Center RSUD dr Soedono kembali dilanjutkan. Setelah manajemen rumah sakit pelat merah itu mendapat komitmen kredit Rp 60 miliar dari Bank Jatim.

Direktur Utama RSUD dr Soedono dr Bangun Trapsila Purwaka menyatakan, pinjaman itu selanjutnya akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan empat dari delapan lantai gedung tersebut pada tahun ini. ’’Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan tahap II mencapai Rp 85 miliar. Kami sudah mendapat pinjaman dari Bank Jatim Rp 60 miliar. Sisanya memanfaatkan hasil efisiensi anggaran rumah sakit tahun lalu sebesar Rp 25 miliar,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (26/2).

Sebelumnya, pembangunan gedung berlantai delapan itu mulai dikerjakan pada 2017. Namun, baru berupa bangunan konstruksi. Proses awal itu dikerjakan PT Permata Anugerah Yala Persada dengan anggaran sebesar Rp 48,6 miliar. Selanjutnya, pada 2018 dilanjutkan pembangunan lantai satu berupa ruang instalasi gawat darurat sebesar Rp 15 miliar.

Untuk tahun ini, lanjut dr Bangun, pembangunan menyentuh fasilitas layanan OK Emergency-Cath Lab pada lantai dua. Lalu, fasilitas pelayanan obstetrik neonatal emergency komprehensif (Ponek)-NICU pada lantai tiga. Kemudian, ruang fasilitas ICU-ICCU pada lantai enam, serta ruang operasi khusus elektif di lantai tujuh. ’’Maret diharapkan sudah masuk proses lelang,’’ tuturnya.

Sedangkan pada 2020, dr Bangun menjelaskan pembangunan mencakup tiga lantai. Terdiri dari lantai empat untuk fasilitas pelayanan High Care Unit (HCU) dan ruang observasi darurat (ROD). Kemudian lantai lima untuk fasilitas HCU-skill lab, serta lantai delapan berupa ruang OK elektif. ‘’Lalu, pada 2021, kami usul bangun gedung parkir,’’ paparnya.

Dia mengungkapkan bahwa pembangunan gedung parkir itu sangat penting. Sekaligus menjadi solusi mengatasi kemacetan yang terjadi akibat membeludaknya kendaraan pengunjung dan keluarga pasien yang parkir memenuhi Jalan Bali dan Jalan dr Soetomo. Gedung parkir itu direncanakan dibangun lima lantai senilai Rp 40 miliar. ‘’Karena kami selalu ditegur terus oleh dinas perhubungan (dishub). Karena lokasi rumah sakit juga berada di tengah kota. Sehingga, menimbulkan kemacetan,’’ ungkap dr Bangun.

Kelanjutan pembangunan gedung Trauma Center RSUD dr Soedono sempat ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak kemarin. Dalam kesempatan itu, Emil sempat melihat fasilitas pelayanan pasien di rumah sakit milik pemprov tersebut.

Mantan bupati Trenggalek itu mengatakan bahwa lanjutan pembangunan gedung delapan lantai tersebut bakal menjadi fokus pembahasannya dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sesampainya di Surabaya nanti. ’’PR kami harus mengamankan dana alokasi khusus (DAK) untuk menyediakan fasilitas cath lab tersebut. Sehingga, bisa dipasang pada 2020,’’ kata Emil.

Diakuinya, terkait sistem penganggaran memang perlu dibahas lebih detail kembali. Karena kondisi manajemen RSUD dr Soedono juga terkendala anggaran. ’’Kami memang perlu melihat sampai detail. Bagaimana kondisi rumah sakit ini,’’ ujar wagub 34 tahun itu. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close