RSUD dr Hardjono Siap Tampung Caleg Stres

32

PONOROGO – Penyakit kejiwaan rawan muncul pasca pemilu. RSUD dr Hardjono ancang-ancang menampung pasien yang stres akibat terlempar dari kontestasi demokrasi. Tekanan kejiwaan rentan menyerang mereka yang harapannya tak sesuai kenyataan. ‘’Khususnya caleg. Kalau sudah banyak biaya yang dikeluarkan dan tidak jadi, bisa muncul gejala stres,’’ ujar Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Hardjono dr Siti Nurfaidah.

Sejumlah daerah, seperti di Ngawi, Magetan, dan Pacitan, menyediakan sejumlah ruangan rawat inap yang khusus disediakan bagi caleg stres. Pihaknya siap menampung pasien dengan nasib serupa seperti rumah sakit di ketiga daerah tetangga. Kendati, tak ada ruang khusus. ‘’Intinya, kami siap menampung sesuai kelas pelayanan,’’ terangnya.

Penyakit kejiwaan, lanjut Siti, perlu diklasifikasi sebelum dilakukan perawatan. Mulai kategori ringan, sedang, hingga berat. Jika sudah berat, perlu ruang isolasi. Sebab, penderitanya berpotensi mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain. Yang jadi soal, RSUD belum memiliki layanan tersebut. ‘’Kalau sudah kategori berat, harus dirujuk karena belum ada fasilitas ruang isolasi,’’ kata Siti.

Lantas, seberapa besar peluang caleg mengidap stres? Siti memandang, pemilu tak ubahnya sebagai stresor. Yakni, suatu faktor yang bisa mengganggu kondisi kejiwaan seseorang. Masalahnya, daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda. Ada yang sanggup menahan beban stres hingga berat. Ada yang tidak mampu hingga kejiwaannya terganggu. Hasilnya, muncul hambatan-hambatan sosial. ‘’Hubungan interpersonal dengan orang lain akan terhambat,’’ terangnya.

Siti menegaskan, penting bagi keluarga untuk mengetahui sedini mungkin kondisi stres anggota keluarganya yang nyaleg. Gejala dapat dilihat dari perubahan sikap. Seperti, kebiasaan-kebiasaan yang mulai diabaikan. ‘’Jika yang bersangkutan biasanya mandi dan makan saat pulang tetapi dilewatkan, itu sudah stres ringan.’’ (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here