Rp 900 Juta untuk Bangun Tiga Taman Anyar

114

MAGETAN – Pemkab bertekad memperluas ruang terbuka hijau (RTH). Salah satu upayanya adalah menambah tiga taman baru pada tahun ini. Lokasinya tersebar di berbagai wilayah. Misalnya di Kecamatan Barat, Karangrejo dan Maospati. ‘

’Target kami paling tidak satu kecamatan memiliki taman,’’ kata Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan, Rudy Subagyo kemarin (2/2).

Taman yang hendak dibangun itu merupakan usulan dari pemerintah desa hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Luas taman-taman baru itu bervariasi. Begitu juga dengan anggaran pembangunannya. ‘’Paling tidak menghabiskan Rp 300 juta per taman. Karena lahan yang disediakan setiap desa tidak sama,’’ ungkap Rudy.

Untuk pembangunan taman, lanjut Rudy, bisa dimulai setelah dilakukan survey. Semua itu dilakukan guna memastikan lahan yang dipakai untuk pembangunan klir. Artinya lahan tidak dalam proses sengketa serta merupakan aset desa. ‘’Lahan (pembangunan) harus benar-benar sudah bebas,’’ terangnya.

Rudy menambahkan setelah taman itu nanti selesai dibangun perawatan bakal dilakukan bersama antara disperkim dengan pemdes. Mulai dari perawatan kebersihan taman dan tanaman yang ada.

Jika terjadi kerusakan ringan merupakan tanggungjawab pemdes. Sebaliknya, apabila taman rusak besar bakal pihaknya perbaiki. ‘’Kalau kerusakan itu parah, harus kami usulkan lagi untuk revitalisasi,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan konsep taman yang akan dibangun nanti menonjolkan kenyamanan dan tampilan eye catching. Karena itu keberadaan taman bakal dilengkapi dengan lampu hias dan tanaman hijau.

Dia mengatakan setidaknya konsep pembangunan taman baru itu nantinya tak jauh beda dengan hasil revitalisasi taman makam Mbah Sundul di barat Pasar Baru. ‘’Supaya msyarakat mau mengunjungi taman, jadi harus dipercantik,’’ katanya.

Ada sejumlah faktor yang menjadikan disperkim sengaja membangun taman baru di beberapa titik. Selain untuk mempercantik tampilan kota dan menambah RTH, juga difungsikan sebagai rest area bagi masyarakat. Dia berharap pembangunan taman baru bisa mendapat respon positif dari masyarakat sehingga bisa menjadi jujukan seperti halnya rest area pabrik gula (PG) Purwodadie. ‘’Pemkab harus bisa membaca keinginan warga. Menyediakan tempat-tempat yang bisa digunakan kumpul bersama keluarga,’’ tandas Rudy. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here