Rp 248 Juta ‘’Diterbangkan’’ Angin Kencang

92

NGAWI – Meski tidak sampai menelan korban jiwa, bencana angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah Ngawi beberapa hari lalu menimbulkan kerugian mater cukup besar. Hasil pendataan tim Tagana dinas sosial (dinsos) setempat, kerugian mencapai hampir Rp 250 juta.

‘’Data tersebut kami peroleh dari tiga wilayah terdampak, yaitu Kecamatan Bringin, Paron, dan Kedunggalar,’’ kata Mariyanto, salah seorang anggota Tagana, kepada Radar Ngawi kemarin (19/1).

Mariyanto mengungkapkan, usai kejadian Selasa lalu (15/1), pihaknya sengaja membagi tiga tim untuk melakukan pendataan terhadap dampak bencana tersebut. Dari tiga wilayah tersebut, diperoleh taksiran angka kerugian sekitar Rp 248 juta. ‘’Ini masih perkiraan kasar. Detailnya belum diketahui, termasuk berapa rumah yang terdampak,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, kerusakan mayoritas menimpa atap rumah warga. Sebagian roboh karena terempas angin kencang dan tertimpa pohon tumbang. ‘’Ada yang rusak ringan, sedang, dan berat. Angka kerugian materi itu tidak termasuk yang rusak ringan,’’ imbuhnya.

Saat ini, lanjut Mariyanto, pihaknya masih melengkapi data dan laporan terkait dampak bencana tersebut. Salah satu tujuannya untuk pengajuan bantuan bagi para korban. ‘’Kami hanya mengusulkan, apakah nanti dibantu perbaikan atau lainnya belum tahu,’’ ujarnya.

Mariyanto menambahkan, laporan BMKG, potensi angin kencang masih ada. Karena itu, dia mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati. ‘’Jangan sampai ada korban jiwa,’’ harapnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here