Pacitan

Rp 1,85 M Masih Ngendon di Kasda

PACITAN – Sudah siap sejak Desember 2018 lalu. Namun, hingga kini dana kelurahan (DK) belum disalurkan. Anggaran yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) tambahan itu masih tersimpan di kas daerah (kasda). Sebab, penggunaannya masih dalam pembahasan. ‘’Petunjuknya baru turun. Sehingga baru dibahas dengan bappeda, BPKAD, dan lainnya,’’ kata Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setdakab Pacitan Putatmo Sukandar kemarin (14/2).

Pembahasan tersebut dilakukan lantaran pihaknya tidak ingin peruntukan DK tumpang tindih dengan dana dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Sehingga, item penggunaannya masih dalam penyusunan. Terutama untuk pembangunan sarana dan prasarana hingga pemberdayaan masyarakat. ‘’Paling akhir, kalau tidak salah Mei,’’ ujar Iput, sapaan akrabnya.

Jika tidak ada kendala penyusunan, lanjut Iput, penyaluran DK bisa direalisasikan lebih awal. Dia menyebut dana yang bakal diterima masing-masing kelurahan Rp 370 juta. Penyalurannya dalam dua termin. Masing-masing 50 persen. ‘’Syaratnya menarik dana sharing, kelengkapan administrasi, dan lainnya,’’ jelasnya.

Iput tidak tahu pasti anggaran dari pusat tersebut bakal ditambah setiap tahun seperti dana desa (DD) atau tidak. Pihaknya masih fokus menata penggunaannya. Iput berharap DK dimanfaatkan dengan baik oleh lima kelurahan di Pacitan. ‘’Supaya tidak ada kesenjangan dengan desa yang mendapat DD untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,’’ terangnya.

Lima kelurahan di Pacitan bakal mendapat suntikan DK dari pemerintah pusat. Yakni, Kelurahan Pacitan, Pucangsewu, Baleharjo, Sidoharjo, dan Ploso. Total Rp 1,85 miliar. Pembagiannya bakal diatur oleh bappeda. Dana dari Kementerian Keuangan disalurkan melalui DAU tambahan. DK bakal berlanjut setiap tahun. Penggunaannya tidak beda jauh dengan DD. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close