Rp 1,49 Miliar ’’Hangus’’ Dilalap Api

198
KELALAIAN MANUSIA: Kasus kebakaran di Dusun Watugudel, Desa/Kecamatan Pitu, beberapa hari lalu.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kasus kebakaran di Bumi Orek-Orek terbilang tinggi. Catatan Seksi Pemadaman Kebakaran (Damkar) Satpol PP Ngawi hingga awal September ini terdapat 33 kasus dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 1,49 miliar. ‘’Memang butuh sosialisasi dan penyadaran bersama, karena kebakaran itu harus dicegah,’’ kata Kasi Dal Ops Damkar Satpol PP Ngawi Catur Sri Wiryanto Selasa (3/9).

Catur mengungkapkan, puluhan kasus kebakaran itu mayoritas akibat faktor kelalaian manusia. Paling tinggi korsleting listrik, yakni sebanyak 16 kasus. ‘’Secara tidak langsung itu termasuk kesalahan manusia. Asal main sambung kabel saja, tidak memperhatikan bahayanya,’’ ujar Catur.

Dia menyebut, kabel yang dialiri listrik jika tidak kuat menahan beban bisa meleleh dan terbakar. Pun, bila material bangunan rumah didominasi kayu, potensi terjadi kebakaran lebih besar. Terutama saat musim kemarau seperti sekarang. ‘’Ada juga kebakaran karena kompor gas. Itu juga kelalaian manusia,’’ tuturnya.

Kebakaran juga dapat terjadi akibat buang puntung rokok sembarangan. Sebab, mureng rokok bisa jadi membakar sampah maupun barang yang mudah terbakar lainnya. ‘’Sebelum meninggalkan rumah, pastikan tidak ada api yang masih menyala,’’ ujarnya.

Catur menambahkan, dari 33 kasus yang dilaporkan kepada pihaknya, tidak semua menyasar bangunan rumah. Ada pula peristiwa kobongan yang menimpa objek pasar, lahan pekarangan, dan rumpun bambu. Namun, yang paling sering adalah kebakaran rumah yakni 19 kasus. ‘’Jika terjadi kebakaran harus dipadamkan dengan cara apa pun, tapi jangan lupa juga menghubungi petugas (pemadam kebakaran),’’ pesannya.

Sementara, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran sejauh ini belum efektif lantaran belum dikuatkan dengan peraturan bupati (perbup). Perda tersebut mengatur upaya antisipasi kebakaran. Salah satunya menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah dengan jarak 30 meter per unit. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here