Madiun

Robusta-Arabica Mugi Lestari, Citra Rasa Tinggi Kopi Satu Biji

MADIUN – Biji robusta dan arabica pilihan yang ditanam pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat citarasa Kopi Kare diperhitungkan. Idealnya, satu kopi memiliki dua biji. Namun, ada satu kopi yang hanya memiliki satu biji. Rasanya tentu lebih enak karena memiliki citarasa berbeda. ‘’Kami menyebutnya kopi lanang,’’ tutur Sumadi, petani kopi di Seweru, Kare, itu.

Bersama kelompok tani Mugi Lestari, Sumadi mantab nguripi kopi di Lereng Wilis tersebut. Produksi arabica tak semasif robusta karena baru ditanam sekitar 5 persen dari 40  hektar total luas tanam. ‘’Produksinya disesuaikan pesanan. Selama stok greenbean masih ada,’’ katanya.

Tiap 100 gram kemasan arabica dibanderol Rp 30 ribu, kopi lanang Rp 25 ribu dan kopi biasa Rp 15 ribu. Semula, setelah panen, banyak petani yang menjual kopinya dengan greenbean atau biji kopi yang telah melalui proses sortir, dan pengupasan. Harganya pun terbilang biasa-biasa saja. Pasalnya, kualitas kopi juga tak sebagus sekarang ini. Dulu, para petani belum begitu memahami teknis memperlakukan kopi. ‘’Kopi yang buahnya masak itu berwarna merah. Jadi kalau satu gerombol sudah ada yang merah, ya semuanya dipetik. Itu salah. Cara memetiknya harusnya yang sudah bewarna merah saja,’’ katanya.

Selain menjaga citarasa asli, cara itu bisa membuat panen maksimal. Sekali panen, kopi bisa dipetik tiga kali. Dari semula hanya sekali. Bantuan bibit pun membantu memaksimalkan lahan yang ada. Penambahan bibit terus diupayakan setiap tahunnya. ‘’Itu penting untuk stok kopi.” (mg4/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close