Ponorogo

Robot Pintar Ciptaan Gadis Desa Anak Petani

Tiga Jam Bisa Orak-Arik Tiga Kuintal Gabah

Temuan Else Windasari patut diapresiasi. Gadis asal Cempoko, Ngrayun ini berhasil menciptakan robot orak-arik gabah. Menggantikan kerja petani yang terbiasa memilah gabah dari merang secara tradisional. Temuannya juara II Kalbe Junior Scientist Awards (KJSA) 2019. Menyisihkan 424 peserta se-Indonesia.

=============================

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

DRIK…drik..drik suara berdesit terdengar dari robot orak-arik. Robot segi empat dengan dua roda di belakang dan kayu bergerigi di bagian depan itu dilengkapi panel surya segi empat.

Cara kerjanya, roda yang terbuat dari potongan paralon dan mur seukuran jari kelingking itu berjalan di antara gabah yang sedang dijemur. Mengorak-arik gabah yang terhampar di halaman seluas 25×15 meter persegi. Menggantikan kerja manusia yang biasa memilah gabah dengan merang secara manual. Diremote menggunakan ponsel. ‘’Robot ini bisa dikembangkan karena sangat membantu kerja petani,’’ kata Edi ketika diwawancarai Else Windasari dalam video demonstrasi berdurasi 8 menit 5 detik itu di youtube.

Edi merupakan petani dari Desa Cempoko, Ngrayun. Yang tak lain, tetangga Else Windasari, pencipta robot orak arik gabah. Else tergerak membuat robot itu karena iba mengamati proses orak arik gabah yang masih tradisional. Selain membuat lelah, juga memakan waktu lama. ‘’Telapak kaki kepanasan dan gatal-gatal,’’ ucapnya.

Pemandangan serupa biasa diamati remaja 15 tahun ini. Mayoritas pekerjaan lingkungan sosialnya adalah petani. Tak terkecuali, Jarmun dan Jemitun, orangtua Else juga petani. Hal itulah yang menggerakkan hati Else menciptakan robot tersebut. Sampai mendapat apresiasi tingkat nasional. ‘’Dari ratusan itu, diseleksi 10 orang. Terus 10 orang dapat mentoring online lalu diambil lima lagi. Lima ini yang berangkat ke Jakarta untuk presentasi,’’ ujarnya.

Ketika proses mentoring itu Else dibantu guru pembimbing menyempurnakan robot. Semula, robot menggunakan roda karet seperti mobil-mobilan. Namun, kinerja robot kurang maksimal. Proses orak-arik gabah tidak sempurna. Lantaran, robot hanya berjalan di atas tumpukan gabah. ‘’Nggak bisa nembus ke gabahnya. Akhirnya rodanya diganti yang model itu (bergerigi dari mur),’’ jelasnya.

Remaja kelas XI SMPN ini membutuhkan waktu empat bulan. Mulai dari mengkonsep ide, perakitan, uji coba. Hingga pembuatan video demonatrasi sebagai salah satu persyaratan. ‘’Buat videonya dua kali. Pertama masih pakai roda karet. Kedua setelah dapat mentoring,’’ ungkapnya.

Di tahap uji coba, Else sempat menemukan kendala teknis. Di antaranya, sistem kontrol robot tiba-tiba reset atau kembali pada pengaturan awal. Ini membuat gerak terbatas untuk melaju maju-mundur. ‘’Nggak bisa belok ke kanan atau kiri. Setelah diteliti, ada gangguan di tegangan micro controller-nya. Setelah dipasang elco (kondensator elektrolit) daya listriknya jadi stabil,” paparnya.

Robot ini terbuat dari beragam komponen elektronik. Di antara komponen itu, Else menggunakan micro controller arduino nano sebagai pusat pengendali robot. Lantaran kerjanya di bawah paparan sinar matahari, dipakailah panel surya. Butuh waktu sekitar tiga jam untuk menjemur robot berpanel surya ini agar baterai terisi maksimal. ‘’Maksimalnya bisa bergerak minimal tiga jam dan menghasilkan tiga kuintal gabah yang sudah diorak arik,’’ ungkapnya.

Lalu, petani cukup memanfaatkan smartphone untuk mengaktifkan robot. Diawali dengan menginstall bluethoot RC Controller dari google play store. Praktis, sistem robot akan terkoneksi dengan software tersebut. Usut punya usut, Else gemar berotak atik elekstronik sedari kecil. Semisal, bohlam lampu mati diotak-atik sendiri sampai menyala kembali. Kegemaran itulah yang memantik Else memilih ekstrakurikuler robotik di waktu SMP. ‘’Saya ikut robotik dari kelas VII SMP. Untuk lomba inovasi teknologi dan juara di naaional sudah dua kali ini. Sebelumnya,  buat rompi untuk tuna netra,’’ pungkasnya. *** (fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close