Pacitan

Robohnya Tower SUTET T-54 Tulakan karena Kabel Tak Kuat Tahan Beban

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebab robohnya tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) T-54 Tulakan masih abu-abu. Polisi masih menganalisis pelaksanaan relokasi sejumlah tower serupa di sekeliling menara penyalur listrik 600 megawatt yang ambruk Kamis lalu (17/10) itu. Proyek tersebut diduga menjadi biang tower roboh hingga membuat warga setempat trauma. ‘’Masih penyelidikan,’’ kata Kapolsek Tulakan Iptu Agus Irianto Senin (21/10).

PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) melakukan pemindahan jalur SUTET T-56 dua pekan lalu. Prosesnya mengaitkan kabel antara T-56 baru dengan T-54 sebelum ambruk. Nah, cor fondasi penyangga tower itu diduga tidak kuat menahan beban tarikan kabel. Hingga akhirnya membuat tanah terangkat. ‘’Berhubungan dengan pembangunan tower baru,’’ ujarnya.

Dugaan itu mencuat hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga menggali keterangan sejumlah saksi. Baik dari warga, pekerja, maupun pihak PLN. Proyek relokasi diklaim dikerjakan sesuai prosedur. ‘’’Sudah dilaporkan ke polres,’’ tutur Agus.

Sedangkan versi PLN UIT JBTB, dugaan penyebab ambruknya tower T-54 karena tanah gerak. Berdasarkan hasil studi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebelum proyek relokasi dilakukan.

Kemarin PLN UIT JBTB terus melakukan recovery T-54. Sejumlah pekerja terlihat mendirikan tower emergency untuk menyalurkan 600 megawatt listrik dari PLTU Pacitan. Beberapa menggarap perbaikan ujung tower T-55 yang patah akibat tertarik T-54 ketika roboh. Namun, tidak ada satu pun petugas yang bersedia diwawancara ihwal progres perbaikan. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close