Road Show KPK ke Ponorogo Disambut Unjuk Rasa Mahasiswa

71
SALURKAN ASPIRASI: Sejumlah mahasiwa berunjuk rasa di depan gedung DPRD.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo –  Acara Road Show Bus KPK Jumat (20/9) digelar di Ponorogo. Bersamaan itu, terjadi dua gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa terkait revisi UU KPK yang menuai pro dan kontra. Menariknya, tuntutan yang disuarakan berbeda.

Aksi pertama digelar sekitar pukul 09.50 di depan gedung DPRD Ponorogo. Peserta aksi mendesak KPK tidak tebang pilih dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu, menuding KPK telah terkontaminasi paham radikal. ‘’Analisis kami, KPK sudah dimasuki jaringan radikal,’’ kata Hanif Munawwirullah, koordianor aksi.

Aksi sempat memanas saat puluhan mahasiswa itu merangsek masuk gedung DPRD dan meminta ditemui anggota dewan. Pun, beberapa kali terjadi saling dorong antara mahasiswa dan polisi. Ketegangan mereda setelah Ketua DPRD Sunarto menemui mereka. Dewan penasihat KPK Moh. Tsani Annafari juga sempat berbaur di tengah kerumunan para pengunjuk rasa.

Aksi serupa terjadi sekitar pukul 14.05 di lokasi yang sama. Ratusan mahasiswa menyatakan penolakannya terhadap revisi UU KPK. ‘’Kami ingin DPRD menandatangani pernyataan sikap dan kemudian melayangkan tuntutan kami ke pusat,’’ kata Habib Asha Kurniawan, koordinator aksi.

Aksi demo tersebut diawali dengan tabur bunga di atas gundukan kain putih bertuliskan KPK. Itu sebagai simbol telah matinya KPK. Selain orasi, pengunjuk rasa mengusung sejumlah spanduk dan poster bernada kekecewaan mereka terhadap pemerintah, DPR, serta dukungan untuk KPK. Di antaranya, Tolak UU KPK; Rakyat Pro KPK; dan Hutan yang Kebakaran, KPK yang Dipadamkan. Juga DPR Mewakili Siapa-Siapa? dan Pinokio Tidak Duduk Bersama Pencuri.

Ada sejumlah poin dalam revisi UU  KPK yang bikin gerah para mahasiswa. ‘’Misalnya, pegawai KPK adalah ASN (aparatur sipil negara, Red) dan penyadapan harus seizin dewan pengawas. Itu memasung, mengebiri tindakan amar maruf dan nahi munkar,’’ bebernya.

Setelah aksi berlangsung sekitar 30 menit, Ketua DPRD Sunarto mendatangi para pengunjuk rasa. Dia menjanjikan bakal menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pusat. ‘’Tadi (kemarin, Red) kami sudah berdialog dengan KPK. Memang harapan saat ini menunggu keputusan MK (Mahkamah Konstitusi, Red),’’  tuturnya.

Aksi diakhiri dengan salat gaib yang diikuti para mahasiswa di depan ’’makam’’ KPK. Setelah itu, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. (dil/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here