Ritual Ngraupi Kucing untuk Tangkal Wereng

95

PACITAN – Sebagian warga Pacitan benar-benar menderita. Tidak hanya dilanda bencana alam. Hama wereng pun belum berhenti menyerang lahan pertanian. Serangga kecil itu berpindah dari satu ke tempat lain. Alhasil, tanaman padi yang mulai berbulir dan menguning pun mati. ‘’Sebenarnya sudah kami lakukan pengendalian. Namun hasilnya kurang maksimal,’’ kata Kasi Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pacitan Eny Koentayani kemarin (10/3).

Eny mengungkapkan total terdapat 65 hektare tanaman padi rusak diserang wereng per akhir Januari lalu. Diprediksi, saat ini luasannya terus bertambah. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan rekapitulasi dampak serangan. ‘’Kalau serangan tertinggi di Kecamatan Ngadirojo,’’ ungkapnya.

Sempat dikendalikan empat hari sekali selama 16 hari. Namun, di Ngadirojo hasilnya kurang memuaskan. Keterlambatan laporan, hingga serangan wereng terlanjur menyebar, disebut jadi biang banyak tanaman padi gagal panen. Sebagian petani terpaksa membakar tanaman padi mereka lantaran khawatir menyebar ke lahan di sekitarnya. ‘’Ketika ada laporan kami tindaklanjuti pemberian insektisida sesuai ketersediaan,’’ jelasnya.

Bahkan, lanjut Eny, sebagian petani di Ngadirojo sampai melakukan ritual ngraupi (mencuci muka) kucing guna menangkal wereng. Upaya itu dilakukan selain membasmi dengan bahan kimia. Setidaknya lahan pertanian di tiga desa, yakni Hadiluwih, Sidomulyo, dan Hadiwarno, terancam gagal panen akibat wereng. ‘’Awal kemunculannya saat padi berusia 40 hari dan belum mulai berbulir,’’ sebutnya.

Damp;ak masif serangan wereng tersebut membuat pihaknya ketar-ketir. Mengingat ketersediaan insketisida terbatas. Beruntung, beberapa waktu lalu pihaknya mendapat kiriman 1.000 liter lebih obat hama dari UPT Perlindungan Tanaman Pangan Surabaya. ‘’Untuk antisipasi kejadian serupa musim tanam berikutnya akan kami ganti padi varietas lebih baik,’’ pungkas Eny. (mg6/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here